Soal SPT, Dinas Kominfotik disebut Hentikan Seleksi KPID Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Proses seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu saat ini dihentikan.

Penghentian tersebut disebut-sebut dilakukan oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu.

Penghentian yang saat ini mulai memasuki tahap ujian tertulis dan wawancara calon komisioner KPID itu, disinyalir lantaran salah satu anggota Tim Seleksi (Timsel) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak mengantongi Surat Perintah Tugas (SPT).

Ketua Timsel, Heri Supriyanto mengatakan, proses seleksi harusnya sudah memasuki tahap uji kompentensi berupa tes tertulis dan psikologi.

Hanya saja, sebelum tahapan ini dilakukan, proses seleksi ditunda dan yang menunda adalah Dinas Kominfotik.

"Secara administrasi negara, penundaan ini agak aneh," kata Heri pada Senin, (6/12/2021).

Heri menyampaikan, alasan Dinas Kominfotik menunda proses seleksi karena salah satu anggota Timsel yang mewakili unsur pemerintahan tidak mengantongi SPT dari atasannya.

Dengan itu menyebut keberadaan anggota Timsel tersebut tidak sah. Padahal Timsel ini independen, dan sama sekali tidak bisa mencampuri urusan internal birokrasi.

"Kita juga tidak memiliki urusan dengan birokrasi, dan soal SPT itukan internal mereka. Jadi kita sekedar mengingatkan, dengan penundaan ini jangan sampai menghentikan tahapan seleksi," tegas Heri.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi, Suimi Fales mengaku juga kaget ketika mengetahui jika tahapan proses seleksi calon komisioner KPID dihentikan Dinas Kominfotik. Apalagi Timsel itu yang meng-SK-kan Ketua DPRD Provinsi atas usulan dari KPID melalui Komisi I.

"Karena diketahui jika penghentian itu gara-gara perwakilan unsur pemerintah, yakni Sri Hartika Tolib yang masuk ke dalam Timsel tidak memiliki SPT, harusnya Pemprov dapat bersikap bijak. Kalau memang SPT itu sebuah keharusan, kita rasa pemerintah tinggal mengeluarkan saja SPT-nya. Gitu aja kok repot," jelasnya pria yang akrab di sapa Wan Sui ini.

Lebih lanjut ia meminta tahapan seleksi komisioner KPID tetap berlanjut, karena jika tertunda pada tahun depan tidak ada anggaran nya lagi.

"Kita minta proses tahapan tetap berjalan dan jika menyoal SPT, dibuatkan saja, karena itu juga sudah di-SK-kan DPRD," ucapnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu prihal tersebut. Apalagi timsel juga telah mengumumkan 40 nama calon KPID yang lolos administrasi pendaftaran dan segera memasuki ujian tertulis dan psikotes.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar