Antisipasi DBD, Warga Kota Diharapkan Terapkan PHBS

KBRN, Bengkulu: Untuk pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue – DBD, menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat – PHBS perlu diterapkan masyarakat dalam lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan selama ini masyarakat sering beranggapan, fogging atau pengasapan di lokasi temuan positif DBD menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran DBD. 

Padahal faktanya, dampak buruk dari fogging justru menimbulkan penyakit berbahaya lainnya seperti kanker dan gangguan pernafasan disamping juga menganggu keseimbangan ekosistem lain di lokasi yang dilakukan penyemprotan. 

“Ketika kunjungan para dokter dari Amerika, mereka geleng-geleng melihat langkah fogging yang dilakukan. Karena memang fogging itu hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa sementara untuk jentik-jentik masih bisa berkembang biak. Disamping dampak jangka panjang setelah fogging bisa menyebabkan penyakit berbahaya,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu Wakil Walikota menyarankan, sebaiknya langkah menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat – PHBS harus dilakukan juga bergotongroyong membersihkan lingkungan sekitar.

Imbauan itu disampaikan Dedy Wahyudi dihadapan perwakilan masyarakat yang hadir dalam Penyuluhan Pencegahan DBD yang digelar di Kantor Lurah Jaya hari ini, Rabu (02/12/2021).   

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima pihak UPTD. Sukamerindu dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan kasus DBD yang tersebar di Kelurahan Tanjung Agung, Surabaya dan Tanjung Jaya. 

Kepala UPTD Sukamerindu, Drg. Fitri Tiarsari menyampaikan setelah dilakukan inspeksi ke lokasi temuan kasus positif DBD yang telah menyebar, memang berpotensi menjadi tempat perkembanganbiakan nyamuk aides aegepty. Sehingga disamping dilakukan tindakan fogging, pihaknya juga menyarankan warga rutin melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk serta giat melakukan gotong royong sehingga tidak terjadi perluasan penyebaran DBD. (Lns) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar