Sulit Dapatkan BBM di Bengkulu, Disebut Kebiasaan Tahunan

KBRN, Bengkulu : Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik subsidi ataupun non subsidi, yang dibuktikan dengan antrian panjang kendaraan di SPBU, menjadi salah satu keluhan para sopir, baik lokal ataupun nasional seperti expedisi.

Terlebih sopir expedisi dari daerah lain menyebutkan daerah Bengkulu ini angker.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Dewan  Pembina Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Provinsi Bengkulu, H. Yurman Hamedi, ketika menyikapi langkanya BBM di Bengkulu.

Menurut Yurman, sebutan Bengkulu angker dari para sopir xpedisi, bukan karena banyak begal, tetapi ketika di Bengkulu takut tidak dapat BBM.

Hal itu dinilai wajar, karena BBM saat ini menadi faktor utama dalam jalur distribusi yang juga berkaitan dengan ekonomi masyarakat.

“Semestinya pertamina selaku operator dan Pemda, agar memberikan jaminan kepada masyarakat dalam mendapatkan BBM di setiap SPBU. Jangan setiap tahun selalu ini masalahnya,” kata Yurman pada Rabu, (1/12/2021).

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi menyampaikan, sulitnya mendapatkan BBM subsidi dan non subsidi di Bengkulu merupakan sebuah kebiasaan. Apalagi jika PT. Pertamina beralasan kondisi itu disebabkan karena kapal tanker tidak bisa merapat, juga merupakan sebuah kebiasaan jelang ujung tahun.

Mengingat tahun-tahun sebelumnya juga demikian, sehingga dipastikan selalu terjadi jelang penghujung tahun.

“Apabila alasan Pertamina sebagai penyebabnya karena kapal tanker tidak bisa merapat akibat faktor cuaca, seharusnya sejak awal sudah mengambil langkah antisipasi. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu ketertiban umum” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar