Momen Peringatan Maulid, Keteledanan Untuk Bangun Indonesia yang Madani

KBRN, Bengkulu - Sebelum kehadiran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, kawasan Arab merupakan daerah terbelakang yang mengalami kemerosotan moral.

Bahkan perempuan diperlakukan dengan hina, masyarakat kaya bebas mengeksploitasi orang miskin. Sementara kebodohan dan perbudakan merajalela. Tapi, ketika Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam lahir dan memulai dakwahnya, kehidupan tersebut benar-benar berubah.

Dimana masyarakat bersatu, perempuan diperlakukan bak ratu, hukum ditegakkan dengan adil, hak orang-orang miskin dipenuhi, anak yatim dihormati, perdamaian dan kedamaian tercipta.

"Selamat memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Keteladanan beliau layak dihadirkan kembali di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk membangun Indonesia yang madani," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief pada Selasa, (19/10/2021).

Wakil Ketua OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu iuni menjelaskan, momen yang dikenal dengan sebutan Maulid Nabi tersebut menjadi pengingat betapa Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan rahmat yang besar dengan menghadirkan sosok yang membawa ajaran-ajaran yang benar, dan menjadi keselamatan bagi semua umat manusia.

"Ini bukan sekedar menjadi perayaan hari besar atau hari libur nasional. Ini adalah refleksi serta motivasi bagi rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam agar menjadikan akhlak beliau sebagai akhlak seluruh umat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tandas Riri.

Senator Bengkulu ini mengungkapkan, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam hadir ke dunia bukan hanya memperbaiki akhlak, menyebarkan toleransi dan mempererat tali persaudaraan, namun juga mengubah tatanan ekonomi yang rakus kepada ekonomi adil dan makmur untuk seluruh umat manusia.

"Dan Nabi melakukan semua perubahan itu dengan begitu singkat, hanya 23 tahun. Saat ajaran-ajarannya dipegang teguh, kejayaan bisa tercapai. Indonesia punya potensi untuk mencapai kejayaan ini. Apa yang beliau ajarkan selalu relevan sepanjang zaman," ujar Riri.

Senator Riri menambahkan, perayaan Maulid Nabi perlu dan penting diselenggarakan, namun harus tetap mengikuti prosedur pelaksanaan kegiatan bersama seperti dianjurkan pemerintah, menerapkan protokol kesehatan, menjaga diri dan juga orang lain dari hal-hal yang membahayakan.

"Rawat cinta kepada Nabi dengan sungguh-sungguh, tapi untuk perayaan lakukan sewajarnya sesuai dengan protokol kesehatan. Alhamdulillah covid-19 mulai terkendali dan sama sekali tidak ada yang menginginkan kasusnya naik kembali," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, guna mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat pergerakan massa secara besar-besaran, pemerintah mengganti hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dari tanggal 19 Oktober 2021 ke tanggal 20 Oktober 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00