2 Tahun Tertunda, Kemenag Bengkulu : 6 CJH Ambil Dana Pendaftaran Haji

KBRN, Bengkulu : Dengan pembatalan keberangkatan haji dalam 2 tahun terakhir, Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil-Kemenag) Provinsi Bengkulu mencatat hanya 6 orang Calon Jamaah Haji (CJH) yang mengambil kembali uang pendaftarannya, dan membatalkan untuk berangkat ke tanah suci Mekkah.

"Selama dua kali pembatalan keberangkatan, CJH yang meminta untuk mengembalikan uang pendaftaran di tahun 2020, hanya 2 orang dan di tahun 2021 hingga Agustus lalu baru ada 4 orang," ungkap Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Intihan, disela-sela desiminasi pembatalan keberangkatan haji tahun 2021.

Intihan mengaku, tidak mengetahui pasti alasan pengambil dana pelunasan keberangkatan ibadah haji sebesar Rp. 8 juta yang bisa diambil.

Hanya saja, jika masih ada CJH ingin mengambil uang pelunasan yang telah dibayarkan sebelumnya, pihaknya juga siap memfasilitasikan. Mengingat biaya haji itu dikelola langsung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang merupakan lembaga independen.

“Jika penarikan dana maksimal Rp 8 juta dilakukan CJH, masih bisa dilunasi kembali waktu pelunasan ketika akan berangkat. Tapi jika mengambil keseluruhannya dipastikan batal berangkat haji nantinya," terangnya pada Senin, (27/9/2021).

Disisi lain ia juga menjelaskan, dari evaluasi dari bulan Januari hingga Agustus lalu, untuk pendaftar haji sampai saat ini masih tergolong normal.

Dimana dalam satu bulan memang ada berbeda-beda, namun kisarannya antara 120 sampai 200 pendaftar haji setiap bulannya. Bahkan jika dibandingkan di bulan Maret 2021 lalu dengan Maret 2019, justru di tahun ini jumlah pendaftaran lebih tinggi.

“Melihat perkembangan pendaftar haji itu jumlah waiting list (daftar tunggu) semakin jauh. Seperti untuk Kota Bengkulu tertinggi sampai 28 tahun menunggu, dan terendah Kabupaten Kaur selama 12 tahun,” pungkas Intihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00