Pemerintah Didesak Buat Regulasi Khusus Untuk Jaga SDA Hayati dan Ekosistem

KBRN, Bengkulu : Kondisi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistem Provinsi Bengkulu menuai berbagai ancaman.

Seperti, flora fauna yang dilindungi kerap menjadi incaran para pemburu liar, bahkan hutan lindung juga menjadi pembalakan secara ilegal.

Hal itu menjadi keprihatian sendiri, berbagai ancaman bencana menjadi silih berganti. Beberapa waktu lalu, bencana banjir menghantam Kabupaten Mukomuko.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengaku kawatir keberlangsungan hidup anak cucu di masa yang datang.

"Saya kawatir anak cucu kita terpuruk karena bencana silih berganti akibat ulah orang tak bertanggung jawab yang dilakukan saat ini. Mungkin juga, di masa yang akan datang, anak cucu kita tak bisa melihat flora fauna yang hampir punah," ungkap Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (27/9/2021).

Riri mendesak, pemerintah untuk segera membuat regulasi khusus dalam menanggulingnya. Lalu mengajak keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan. Mengingat masyarakat adalah sumber kesuksesan dalam menjaga sumber daya alam hayati dan ekosistem, lantaran mereka bersentuhan langsung dengan alam.

Selain itu penetapan batas kawasan hutan lindung maupun hutan konservasi masih menjadi polemik di daerah. Oleh karena itu diharapkan, pemerintah dapat memberikan pendidikan khusus kepada masyarakat untuk tumbuh paham menjaga Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Kelestarian hayati dan ekosistem memiliki hubungan timbal balik terhadap kehidupan masyarakat. Selain bermanfaat di masa yang akan datang, juga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat, seperti pembangunan ekowisata, yang saat ini masih menjadi incaran wisatawan," jelas Senator Bengkulu ini.

Senator Riri juga menjelaskan, melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan baik dapat menjadi garda depan dalam menjaga SDA Hayati dan Ekosistem secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.

"Peran pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam menumbuh cinta alam dari generasi ke generasi," tutup Hj Riri Damayanti John Latief.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00