FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kejar Target Vaksinasi, Elva Hartati : Gotong Royong dan Jemput Bola

KBRN, Bengkulu : Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Elva Hartati mengatakan, dalam mengejar target vaksinasi, khususnya di Provinsi Bengkulu, agar dilakukan secara gotong royong dan sinergi semua lini, serta dengan menerapkan sistem jemput bola ke tengah-tengah masyarakat.

"Kita cukup prihatin dengan masih rendahnya target vaksinasi, seperti yang terjadi di provinsi Bengkulu dan beberapa daerah lainnya. Apalagi seperti sekarang, stok vaksin bukan menjadi permasalahan lagi. Dengan itu harus ada perubahan pola dalam mengejar target vaksinasi ditengah tingginya animo masyarakat untuk divaksin," ungkap Elva disela-sela kegiatan vaksinasi Covid 19 oleh PDIP terhadap masyarakat umum dan pelajar di 3 tempat di Kota Bengkulu pada Senin, (27/9/2021).

Menurut Elva, sejauh ini untuk di Provinsi Bengkulu ini sudah mencapai 692 ribu vaksin didistribusikan. Belum lagi dalam waktu dekat dari koordinasi pihaknya dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, bakal didistribusikan 100 ribu vaksin lagi. Artinya stok vaksin aman.

Untuk itu dikatakan, tinggal lagi pola penerapan vaksinasi lagi yang perlu di rancang.Diantaranya, dengan bergotongroyong dan bersinergi antar semua lini untuk melakukan vaksinasi pada masyarakat.

"Tidak kalah penting lagi menerapkan sistem jemput bola di tengah-tengah sasaran vaksinasi. Contohnya yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk gotong royong dan jemput bola vaksinasi," ujar politisi PDIP ini.

Lebih lanjut ditambahkan, vaksinasi yang digelar pihaknya sudah dilakukan di beberapa kabupaten dalam wilayah Provinsi Bengkulu. Seperti Mukomuko, Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, dan hari ini di Kota Bengkulu.

Dengan itu Anggota DPR RI dari dapil Provinsi Bengkulu ini meyakini, vaksinasi ini dapat membuat kasus posifit Covid-19 yang sudah menurun, semakin melandai.

"Kepada masyarakat, meski sudah divaksin, kita tetap mengimbau tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes)," pungkas Elva.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00