Pengolahan Limbah Medis Covid 19 di Labkesda dan RSMY, disebut Sudah Sesuai Prosedur

KBRN, Bengkulu : Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu melaksanakan pemantauann ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu pada Senin, (20/9/2021).

Pemantauan tersebut terkait melihat sekaligus mendapatkan data pengelolaan dan penanganan limbah medis Covid 19, dan juga Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

Terlebih sebelumnya, Tim DLHK Provinsi tersebut melakukan pemantauan secara langsung ke 2 fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bengkulu, tepatnya Rumah Sakit Hadapan dan Doa (RSHD) dan Puskesmas Beringin Raya, Kota Bengkulu.

Kabid Pengelolaan Sampah, LB3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi, SH mengatakan, dari pemantauan tersebut, tidak ditemukan kejanggalan apapun. Mengingat dalam pengelolaan limbah medis Covid 19 telah sesuai prosedur, untuk RSMY ada sebagaian dikelola sendiri melalui pembakaran, dan juga dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sebagai pengumpul maupun pengangkut limbah medis Covid 19, yaitu PT. Arta dan PT Damai Alam Sejahtera (DAS).

“Untuk neraca dalam pengelolaan atau pemusnahan limbah medis lengkap0 dan telah sesuai dengan prosedur. Dalam pemusnahan dengan melakukan pembakaran menggunakan alat insenerator yang sudah memiliki rekomendasi,” ujarnya pada Senin, (20/9/2021).

Selain itu untuk Labkesda, lanjut Zainubi, sehubungan dengan bangunan gedung sedang dalam tahap renovasi, sehingga untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara diletakan di ruangan yang sangat aman.

Kemudian, Labkesda juga bekerjasama dengan pihak ketiga, yaitu, PT DAS sebagai pengumpul dan pengangkut limbah medis Covid 19.  

“Untuk data-data, Alhamdulillah lengkap, sehingga tidak ada temuan yang menyalahi,” ucapnya.

Kendati demikian ia juga mengharapkan, pihak RSMY agar dapat menyelesaikan masalah izin menggunakan insenerator, karena saat ini masih dalam tahap proses adendum Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Karena saat ini masih di tengah pandemi, izin itu harus segera diurus dan diselesaikan. Kita dorong bisa secepatnya diselesaikan, karena rekomendasi sebelumnya bahwa pembakaran di insenerator dapat dipergunakan selama penanganan Covid 19 dan dalam pembakaran minimal dengan suhu 800 derajat celsiun keatas,” tutup Zainubi.

Dibagian lain untuk pengelolaan limbah domestik (cair) di RSMY Bengkulu, ditambahkan, dalam pengelolaan sudah sesuai prosedur, karena sebelum dilepaskan ke lingkungan ada kolom ikan.

Lalu pihak RSMY juga sudah memiliki pengolahan limbah cadangan.

“Pengolahan limbah cair sudah bagus dan kita tidak mengeluarkan rekomendasi apapun,” tutup Zainubi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00