Hibah Eks Gedung STQ, DPRD Provinsi Bengkulu Belum Bisa Memproses

KBRN, Bengkulu : Rencana hibah bekas (eks) gedung Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) yang sebelumnya diketahui berproses di Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, tak kunjung diselesaikan.

Hal itu dibuktikan sampai dengan saat ini, eks gedung STQ yang kondisinya semakin memprihatinkan itu, belum diketahui secara pasti apakah bakal dihibahkan atau tidak kepada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Srie Rezeki, ketika dikonfirmasi menyampaikan, sementara ini terkait rencana hibah yang dimaksud belum bisa diproses.

Sedangkan penyebabnya, karena data-data terkait eks gedung STQ yang disampaikan kepada DPRD, merupakan data lama yakni tahun 2013 lalu. Mengingat harapan pihak legislatif adalah data terbarunya.

“Kita diinternal Komisi I DPRD Provinsi tetap melakukan rapat dan musyawarah terkait hibah yang diusulkan Pemprov tersebut. Pasalnya rencana hibah itu, secara tidak langsung bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya pada Jumat, (17/9/2021).

Selain itu Sri mengaku, persoalan hibah ini, hampir sama kejadiannya dengan Universitas Bengkulu (UNIB), yang dulunya juga menyampaikan permohonan hibah. Apalagi waktu itu, diakui, permohohan pihak UNIB juga tidak bisa disetujui, karena bertentangan dengan aturan.

“Berdasarkan peraturan, hibah bisa dilakukan ketika peruntukkannya guna fungsi sosial. Kalau hibahnya ke universitas ataupun perguruan tinggi, tidak lagi sesuai fungsinya. Lantaran sama-sama kita ketahui universitas atau perguruan tinggi itu memungut biaya pada mahasiswanya," jelas politisi PDIP ini.

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan belum dihibahkannya eks gedung STQ itu, idealnya Pemerintah Daerah tetap menganggarkan perawatannya. Mengingat bagaimanapun juga eks gedung STQ itu merupakan salah satu aset berharga.

“Kita juga menyayangkan jika gedung itu hanya dibiarkan begitu saja. Padahal keberadaannya bisa dimanfaatkan, meski berada di atas lahan milik IAIN Bengkulu," pungkas Sri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00