Pemprov Bengkulu bakal Usulkan Tambahan Kuota Oksigen

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi Bengkulu (Pemprov) bakal mengajukan penambahan kuota untuk mencukupi kebutuhan oksigen, terutama untuk stok Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan pasien Corona Virus Disease (Covid-19).

Disela-sela melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT. Maju Bersama, (distributor oksigen), Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah mengaku, kedatangan ke PT. Maju Bersama yang merupakan salah satu distributor oksigen di Provinsi Bengkulu, untuk memastikan ketersediaan oksigen.

Mengingat seiring dengan masih terus bertambahnya angka konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu ini, kebutuhan terhadap oksigen juga mengalami peningkatan.

Apalagi untuk PT. Maju Bersama ini dalam sebulan mendapatkan 4 kali pengiriman untuk produksi oksigen dari Cilegon, sehingga oksigen yang tersedia sebanyak 1.200 tabung. Tapi setelah kunjungan ini, petama yang bakal kita lakukan yakni mengusulkan tambahan kuota.

"Kita mendapatkan informasi, jika PT. Pusri juga siap membantu dalam memenuhi kebutuhan kuota oksigen dan Pemprov menyambut dengan baik, sehingga nantinya ketersediaan stok oksigen di Provinsi Bengkulu ini dapat mencukupi. Dengan usulan tambahan kuota ini, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan oksigen," ujarnya.

Selain itu Gubernur juga menekankan kepada distributor, untuk benar-benar memperhatikan dalam penyaluran oksigen dan mengutamakan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19, seperti RS M. Yunus yang rata-rata pasienya memiliki gejala berat.

"Setelah itu barulah untuk masyarakat yang tengah isolasi mandiri, dan juga sektor ekonomi," harapnya.

Sementara itu, Perwakilan PT. Maju Bersama, H. Rusman menyampaikan, selain bahan produksi untuk oksigen, diharapkan juga diusulkan tambahan tabung.

"Untuk pendistribusian, sudah barang tentu sektor kesehatan diutamakan terutama untuk RS rujukan Covid-19. Sejauh ini kita terus berupaya maksimal dalam memenuhi kebutuhan oksigen di Provinsi Bengkulu," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00