Izin Penangkapan Benur 751 Nelayan Kaur Segera Berakhir

Perahu Nelayan

KBRN, Bintuhan: 751 nelayan di Kabupaten Kaur yang sudah mengantongi surat izin penangkapan baby lobster ( benur)untuk tahap pertama usulan bulan Juni 2020, akan berakhir pada 6 Agustus mendatang karena izinnya sudah satu tahun. Sampai saat ini pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur belum memperpanjang kembali surat izin untuk ke 751 nelayan ini, sementara pada Juli 2020 pihak DKP juga mendaftarkan tahap kedua dan ketiga, namun karena penghentian ekspor terkait masalah yang ada di Kementrian Kelautan RI, hingga saat ini menurut Kabid Perikanan Tangkap Dinas DKP Kaur Miti Suryani, masih menunggu informasi dari kementrian kelautan RI.

" Tanggal 6 Agustus mendatang, habis untuk izin tahap pertama, sementara pengusulan tahap ke 2 dan ke 3 masih menunggu proses terkait masalah yang ada di kementerian kelautan RI," jelasnya, Selasa,(27/7/2021).

Menurut Miti Suryani, dari ke 751 Nelayan yang surat izinnya akan habis pada 6 Agustus mendatang, seyogyanya memang harus memperpanjang surat izin supaya aman saat penangkapan benur. Untuk itu silahkan berkoordinasi bersama Dinas DKP Kaur, karena untuk pendaftaran secara online untuk saat ini belum bisa diakses.

 Miti Suryani menambahkan, terkait ada beberapa kali pengepul benur di Kabupaten Kaur yang tertangkap tangan pihak kepolisian saat menjual benur untuk diekspor, pihaknya sudah menyampaikan ke nelayan, seperti apa mekanisme penangkapan benur, aturan yang ada sekarang, benur tidak boleh diekspor, tetapi dibudidayakan, kalaupun dijual untuk dalam negeri saja.

"Tidak boleh diekspor memang aturan sekarang, hanya boleh dijual didalam negeri atau dibudidayakan," tambahnya.

Untuk itu dia berharap nelayan bisa mentaati aturan yang ada supaya tidak tersandung kasus hukum," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00