FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Senator Riri Dorong Pemerintah Percepat Herd Immunity Melalui Vaksinasi

KBRN, Bengkulu : Seakan lebih menakutkan ketimbang hantu, teror covid-19 terus menyelimuti kesadaran masyarakat.

Bahkan melihat berita, virus corona seperti selalu siap menerkam jiwa seseorang tanpa memandang pangkat, jabatan dan harta benda yang dimilikinya. Belum lagi, berita kematian muncul hampir setiap hari.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, virus corona telah menjadi musuh bersama dan layak untuk dilawan secara bersama-sama.

Mengingat Karena pengaruhnya bukan hanya ke kesehatan, tapi juga ke ekonomi semua bangsa. Apalagi usaha untuk mengatasi masalah ini sulit akan berhasil kalau pemerintah dan semua lapisan masyarakat tidak bekerjasama dalam membentuk herd immunity dengan mensukseskan vaksinasi.

"Saya mengajak semua pihak yang memiliki kemampuan untuk menggelar program vaksinasi Covid-19, agar turut serta bersama pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi gratis masyarakat. Terlebih saya setuju kalau pemerintah menerapkan door to door untuk mensukseskan program ini, selain untuk menghindari kerumunan, upaya ini juga bisa lebih efektif untuk menyentuh semua lapisan masyarakat," ungkap Hj Riri Damayanti John Latief pada Selasa, (27/72021).

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menilai, situasi kesehatan, sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini sudah di luar kewajaran sehingga diperlukan langkah-langkah besar untuk menyelesaikannya.

"Tidak boleh lengah dan lalai sedikitpun. Herd immunity harus segera terbentuk. Semua masyarakat, entah di kota ataupun di desa, apapun profesinya, di seluruh daerah, harus tersentuh vaksinasi," papar Riri.

Lebih lanjut Senator Bengkulu ini juga meminta kepada pemerintah, untuk mengevaluasi pendistribusian vaksin ke seluruh daerah dengan mencermati kasus dan perkembangan situasi secara aktif dan menyeluruh.

"Jangan sampai ada daerah yang kekurangan vaksin seperti laporan yang saya terima yang terjadi di Bengkulu, padahal animo masyarakat cukup tinggi. Ini sangat-sangat disayangkan," sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Berdasarkan laporan WHO mengenai vaksinasi COVID-19 di daerah, Jakarta dan Bali menjadi juara vaksinasi.

Sementara Papua, Maluku, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Utara Aceh, Bengkulu, Sulawesi Barat Kalimantan Utara, Jambi, Papua Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatann adalah provinsi-provinsi yang nakesnya paling banyak belum divaksin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00