Penuhi Hak Anak Melalui Konten Program Edukatif dan Menghibur

KBRN, Bengkulu : “Anak Terlindungi Indonesia Maju” merupakan sebuah kalimat yang syarat makna dan butuh kerja keras dan kerja bersama.

Dalam rangka mewujudkan tema Hari Anak Nasional (HAN) 2021 tersebut, membutuhkan strategi yang tepat dan partisipasi semua pihak, baik keluarga, institusi pendidikan, aparat hukum, tokoh masyarakat serta para pengambil kebijkan.

Wakil Ketua KPID Bengkulu Fonika Thoyib mengatakan, kondisi anak-anak terlindungi dalam segala aspek kehidupan tentu dilihat dari pemenuhan akan hak-hak dasar anak.

Empat hak dasar anak yang harus terpenuhi adalah, hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk dilindungi, dan hak untuk partisipasi.

Menurut Fonika, keempat hal dasar anak harusnya terpenuhi sesuai dengan regulasi. Namun faktanya masih banyak PR yang harus terus diselesaikan oleh Negara maupun orangtua sebagai upaya pemenuhan hak anak.

"Kita ketahui data kekerasan seksual terhadap anak terus terjadi, angka putus sekolah dan anak bermasalah dengan hukum juga masih cukup memprihatinkan. Makanya melalui momentum Hari Anak Nasional tahun 2021, hendaknya seluruh Lembaga Penyiaran televisi dan radio menghadirkan konten program yang memberikan edukasi bagi anak-anak dalam rangka menambah cakrawala serta informasi yang baik bagi mereka. Mengingat media penyiaran adalah salah satu yang berperan dlam membentuk karakter bangsa serta melakukan fungsi pendidikan itu sendiri," katanya pada Jumat, (23/7/2021).

Selain itu KPID Bengkulu berharap bahwa jumlah tayangan proram tentang anak mesti disediakan dan ditingkatkan dengan kualitas program yang baik.

"Program ini bisa hadir dalam bentuk cerita rakyat, dongeng, bernyanyi dan sejenisnya yang memberikan pembelajaran bagi anak-anak," harapnya.

Lebih lanjut Koordinator Jarigan Peduli Perempuan Bengkulu (JPPB) ini menambahkan, sebagaimana diketahui bahwa saat ini program anak-anak ini masih sedikit.

Terlebih di masa pandemi covid 19 saat ini hampir seluruh sekolah di  Indonesia melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), tentu kehadiran konten pendidikan melalui lembaga penyiaran juga sebuah keharusan. Pasalnya proses belajar tatap muka sulit dilakukan sudah hampir 2 (dua) tahun tidak dilakukan.

Bahkan kondisi ini diakui, menjadi problema tersendiri bagi anak-anak dalam mendapatkan haknya di bidang pendidikan, dan tidak sedikit mereka mengeluhkan proses belajar yang dilakukan saat ini, karena sesungguhnya peserta didik sekalipun sudah hampir 2 tahun melakukan proses pembelajaran jarak jauh masih banyak yang belum adaptasi terhadap tehnologi. 

Oleh karena itu untuk menjawab sebagaian permasalahan tersebut, dalam upaya memenuhi kebutuhan akan pendidikan, maka salah satu peran yang harus dimbail oleh lembaga penyiaran adalah menghadirkan program belajar dari lembaga penyiaran masing-masing. artinya proses ini harus dihadirkan selama proses belajar masih dari rumah. 

"Sebagaimana tujuan penyelenggaran penyiaran yang diamanatkan pada pasal 3 UU Penyiaran No.32 tahun 2002 antara lain membentuk jati diri bangsa, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, tentu dilakukan dari usia anak-anak. Lalu membentuk jati diri dan mencerdaskan bangsa salah satunya melalui konten yang dihadirkan oleh lembaga penyiaran, khususnya konten yang mencerdaskan anak-anak serta mendorong anak-anak untuk memahami nilai persatuan dan kesatuan itu sendiri dalam rangka membentuk jati diri bangsa Indonesia.  Hak pendidikan bagi anak, hak akan tumbuh kembang dan hak partisipasi terpenuhi, maka anak Indonesia akan terlindungi dan Indonedia Maju," demikian Fonika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00