PPDB di Dikbud Kota Ciptakan Kerumunan

BENGKULU, KBRN: Penerimaan peserta didik baru melalui jalur afirmasi dan prestasi di Dikbud Kota Bengkulu memasuki hari kedua, Selasa (22/6). Seperti hari perdana, Senin (21/6), jumlah warga atau orang tua yang mendatangi Dikbud kali ini masih membludak hingga mencapai ratusan orang. Meski sebagian besar memakai masker, ratusan warga ini tak lagi saling menjaga jarak aman Covid-19.

Eridayati, salah seorang wali murid yang datang untuk mendaftarkan anaknya mengaku sudah tiba di kantor Dikbud Kota sejak pukul 09.00 WIB. Ia sendiri mendapat nomor antri yang ke seratus sekian. Si ibu ini mengakui tak menemukan hand sanitizer di sekitar lokasi. Termasuk tak ada petugas yang menegur pelanggar Prokes.

Si ibu memang mengaku takut terpapar Covid-19. Namun karena harus mendaftarkan anaknya, ia tak punya pilihan selain datang langsung. "Mau bagaimana lagi," ujarnya.

Koordinator PPDB Dikbud Kota Bengkulu Benny Prasdiwansyah yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya juga tidak menduga kalau jumlah warga yang akan mendaftarkan anaknya hari ini begitu banyak.

"Betul. Jadi kami juga kerja keras ini untuk Prokesnya. Kami sudah ingatkan tapi datang lagi. Tapi mudah-mudahan hari ini sudah mulai berkurang dan prokes bisa lebih ketat," ujar Benny.

PPDB untuk SD dan SMP jalur prestasi, afirmasi dan pindah tugas orangtua ini sudah dibuka sejak Senin (21/6/2021). Menurut Benny, per hari ini untuk jalur prestasi tingkat SMP sudah ada 141 orang calon peserta didik yang diterima berdasarkan ranking, namun data ini akan terus bertambah hingga besok.

Sementara dari jalur afirmasi ada 87 calon peserta, dan yang sudah menyatakan surat keterangan tidak mampu dan KIS baru 4 calon peserta.

Kepala Dikbud Kota Bengkulu Rismayeti mengatakan, PPDB yang dilaksanakan di Dikbud adalah verifikasi jalur afirmasi dan prestasi serta bagi orang tua yang pindah tugas.

Menurut dia, PPDB secara online untuk SLTP sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak 2014. Sementara SD masih secara offline atau langsung tatap muka di sekolah masing- masing.

Untuk menghindari kerumunan, Rismayeti mengaku akan memanggil para kepala sekolah untuk diberikan arahan bagaimana caranya supaya sekolah bisa membuat jadwal tatap muka dengan orang tua tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

"Misalnya per hari diatur per kloternya maksimal 20 orang dengan pengaturan jamnya masing-masing. Teknisnya kita serahkan ke sekolah," kata Rismayeti.

Berdasarkan data Dikbud per 7 Mei 2021, di Kota Bengkulu ada 25 unit SLTP dengan daya tampung siswa masing-masing dengan rombel atau rombongan belajar sebanyak 176 orang dan jumlah siswa sebanyak 5615 orang. Sementara untuk tingkat SD yang ada 81 unit sekolah, total rombelnya adalah 189 dengan jumlah siswa mencapai 5292 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00