PMI Provinsi Bersama PMI Benteng Gelar Baksos Donor Darah dan Pengobatan Gratis

KBRN, Bengkulu Tengah : Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu berkerja sama dengan PMI Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) pada Selasa, (22/6/2021) menggelar bakti sosial (baksos) donor darah dan pengobatan gratis kepada masyarakat rentan, tahun 2021 di Kabupaten Benteng.

Baksos yang dipusatkan di kantor Camat Pondok Kelapa dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid 19, yakni, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, dihadiri Bupati Benteng Ferry Ramli beserta istri, dan di buka oleh Wakil Bupati Septi Feryadi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Benteng.

Ketua PMI Provinsi Bengkulu Asnawi A Lamat mengatakan, bakti sosial donor darah dan pengobatan gratis merupakan program yang 2 kali dalam setahun dan selama ini dilaksanakan di dalam Kota Bengkulu, namun kali ini di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, tepatnya di Kecamatan Pondok Kelapa.

Khusus baksos pengobatan ini ditargetkan sebanyak 150 orang terlayani. Apalagi kegiatan ini mendapatkan perhatian masyarakat yang datang silih berganti. Belum lagi karena pandemi ini masyarakat jika sakit banyak yang menahan diri untuk berobat, makaknya PMI ingin mndekatkan diri langsung dengan masyarakat.

"Insya Allah masyarakat akan senang dan terbantu, karena berobat tidak mesti ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Selain itu menurut Asnawi, darah adalah kebutuhan yang untuk memenuhinya dari masyarakat, karena Bengkulu memang masih kekurangan darah dan saat ini baru kebutuhan baru bisa dipenuhi sekitar 68 persen, sehingga selebihnya memenuhi melalui donor pengganti. Untuk itu diharapkan wilayah Benteng ini bisa menjadi penyangga Kota dalam pemenuhan kbutuhan darah bagi masyarakat.

"Baksos yang merupakan tugas kemanusiaan ini sebagai upaya mencukupi kebutuhan darah, dengan target bisa mengumpulkan sebanyak 100 kantong darah," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Peryadi menyampaikan, baksos ini untuk masyarakat dan dibutuhkan masyarakat, karena kebutuhan darah khususnya saat ini memang kurang. Terlebih mencari pendonor itu memang sangat sulit di masa pandemi, belum lagi untuk datang ke rumah sakit juga takut.

Oleh karena itu Pemkab siap mendukung PMI, sebab memang programnya langsung menyentuh masyarakat, terlebih juga mewajibkan 5 orang per-OPD. "Kita akan programkan setiap kecamatan di Benteng ini dilakukan kegiatan seperti ini kedepan. Apalagi dengan mendonor, badan akan lebih sehat," katanya.

Senada dengan itu, Bupati Benteng Ferry Ramli mengajak sekaligus menyeruhkan kepada seluruh elemen masyarakat terkhusus ASN, TNI dan Polri, agar ikut mendonorkan darah. Hanya saja diminta PMI supaya selektif mencari pendonor yang sehat.

Lebih lanjut terkait dukungan dana terhadap PMI, Bupati menyatakan akan mengupayakan ada meski dampak pandemi banyak dana transfer tersendat.

"Untuk dana hibah PMI Benteng agar mengusulkan yang prioritas, karena akan dibahas dan disetujui DPRD nantinya. Dana bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan ketersediaan daerah," terang Ferry.

Dibagian lain, Ketua PMI Kabupaten sekaligus Direktur RSUD Benteng, dr Listikarini Hilen menambahkan, pihaknya yang menurunkan 2 tenaga dokter dan 4 orang perawat yang diturunkan dalam baksos di Kecamatan Pondok Kelapa ini, karena disamping jumlah penduduknya lebih padat sehingga dipilih, juga animo masyarakatnya lebih ditinggi dari wilayah kecamatan lainnya dan sebelumnya sudah dikoordinasikan.

"Khusus pengobatan gratis bagi masyarakat, kita memberikan pelayanan dan pemeriksaan tekanan darah, nadi, anatesa (keluhan penyakit) dan lain-lainnya, serta diberikan obat-obatan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00