Bantuan Dana Hibah Rumah Ibadah Sulit Direalisasikan

KBRN, Bengkulu : Bantuan hibah rumah ibadah, khususnya Masjid di Provinsi Bengkulu diperkirakan sulit terealisasi, meski anggaran dananya sudah tertuang dalam APBD Provinsi Bengkulu tahun 2021.

Sulit terealisasi dana bantuan hibah untuk sekitar 50 Masjid se Provinsi Bengkulu itu, disebabkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Biro Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), belum melakukan survey.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi menyayangkan jika memang dana bantuan hibah tersebut tidak sampai terealisasi, terkhusus untuk masjid yang ada di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Terlebih sulitnya dicairkan disebut, lantaran beralasan karena belum dilakukan survey. Padahal anggaran dananya sudah dialokasikan dalam APBD Provinsi tahun ini.

“Kita mendengarkan sulit dicairkan dana bantuan itu karena Surat Keputusan (SK) penerima bantuan hibah oleh Gubernur Bengkulu yang tidak keluar. Dasar pengeluaran SK tersebut, belum dilakukan survey. Sedangkan ada juga beberapa masjid yang juga mendapatkan bantuan, bisa dilakukan survey. Jadi apa sebenarnya,” kata anggota DPRD Provinsi dari dapil Kabupaten Kepahiang ini pada Minggu, (20/6/2021).

Selain itu politisi PDIP ini juga membantah, tidak ada proposal terkait bantuan hibah tersebut. Mengingat tanpa adanya proposal, dipastikan tidak akan bisa dimasukan dalam dalam dokumen APBD tahun 2021 ini.

Terlebih lagi anggaran dana untuk survey tersebut diperkirakan tersedia.

“Jika memang tidak ada, semestinya menyampaikan kepada pihak eksekutif. Ini masalahnya anggaran dananya sudah ada tapi sepertinya tidak bisa direalisasikan karena belum survey. Belum lagi jika tetap dipaksakan untuk dicairkan akan menjadi temuan nantinya,” terang Edwar.

Lebih lanjut Anggota Komisi III DPRD Provinsi saat ditanya total dana hibah untuk rumah ibadah, belum mendapatkan data rincinya, namun berharap, dana bantuan hibah tersebut bisa dicairkan. Apalagi jika jajaran Pemprov ingin melakukan survey lebih awal sebelumnya, diyakini masih ada waktu, sehingga pada tahun ini bisa terealisasi.

“Dengan itu, kita minta Gubernur melakukan evaluasi kinerja terhadap jajarannya. Dimana salahnya, sebab setahu kita leading sektor masalah hibah ini di Biro Pemerintahan dan Kesra,” pungkas Edwar.

Sementara hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui dinas teknis soal dana hibah untuk rumah ibadah yang diperkirakan tidak akan cair, meski sudah masuk dalam dokumen APBD tahun ini tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00