Momen Hari Donor Darah Sedunia 2021, Masyarakat Jangan Takut Berdonor Darah

KBRN, Bengkulu : Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu telah merilis salah satu program prioritasnya adalah memenuhi kekurangan stok darah cukup besar, untuk masyarakat di tengah covid-19 yang masih mewabah di berbagai daerah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan, dukungan kepada pemerintah dan segenap elemen masyarakat yang terus berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transfusi darah.

Terlebih kebutuhan daerah di tengah pandemi sangat tinggi. Sementara di tengah wabah ini banyak orang yang enggan berdonor.

"Seluruh upaya dan gerakan yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan darah patut diapresiasi setinggi-tingginya," kata Hj Riri Damayanti John Latief ketika menyikapi momen Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin (14/6/2021).

Menurut Riri, usaha untuk memenuhi stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi tanggungjawab semua pihak, baik yang tergabung dalam organisasi pemerintah seperti ASN dan TNI/Polri, maupun organisasi non pemerintah.Di Bengkulu organisasi non pemerintah contohnya ada Relawan Darah Bengkulu.  Bahkan organisasi ini berisi anak-anak muda berjiwa mulia, terus gencar mengumpulkan darah setiap ada yang membutuhkan.

"Alangkah baiknya kalau partai-partai politik, organisasi keagamaan dan lain-lain berpartisipasi dalam gerakan donor darah ini. Bukan sesekali atau pas ada momen. Tapi jadikan sebagai agenda rutin sehingga stok darah untuk masyarakat tak pernah mengalami kekosongan seperti awal-awal pandemi kemarin," lanjut Riri.

Senator Provinsi Bengkulu ini menekankan, masyarakat tak perlu takut untuk mendonorkan darahnya selama masa pandemi covid-19 masih berlangsung. Apalagi PMI sudah memastikan donor darah aman di masa pandemi karena protokol kesehatan dijalankan dengan di 224 cabang PMI seluruh Indonesia.

"Semua sarana dan prasarananya dikasih desinfektan secara rutin, pendonoran darah insya Allah terhindar dari covid-19," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Sementara untuk diketahui, World Health Organization (WHO) menetapkan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia akan pentingnya kesehatan untuk mendonor darah.

Data terhimpun, peringatan Hari Donor Darah Sedunia berawal pada tahun 2000 dan terus diperingati setiap tanggal 14 Juni hingga saat ini.

Khusus pada tahun ini, kampanye Hari Donor Darah Sedunia lebih banyak diarahkan kepada generasi muda sebagai pengemban tanggung jawab kesehatan masyarakat di masa mendatang.

Situs resmi WHO melansir, tema yang diusung pada tahun 2021 adalah “Give blood and keep the world beating” yang berisi seruan meningkatkan kesadaran akan kontribusi pendonoran darah agar dapat berguna bagi kesehatan masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00