Warga Pulau Enggano Tunggu Realisasi Project Manager

KBRN, Bengkulu : Meski sampai saat ini belum ada tanda-tanda project manager untuk membangun Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, namun warga setempat dipastikan tetap menunggu realisasinya.

Apalagi anggaran dana yang bersumber dari APBN dengan nilai mencapai Rp 800 miliar.

“Pembangunan terhadap Pulau Enggano yang merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia sangat diharapkan warga. Terlebih yang bersifat infrastruktur vital, seperti jalan dan jembatan termasuk juga pelabuhan,” ungkap Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Enggano, Reddy Heloman Kaitora, S.Sos dalam keterangannya ketika dihubungi.

Menurut Redy, peluang pembangunan untuk pembangunan di Pulau Enggano, ditunggu-tunggunya project manager itu oleh masyarakat, terutama untuk pembangunan jalan dan jembatan. Mengingat saat ini kapal feri masih bersandar di pelabuhan Malakoni. Padahal sama-sama diketahui, pelabuhan Kahyapu sudah diperbaiki.

“Memang ketika kapal feri bersandar di pelabuhan Kahyapu, ketika kendaraan terutama yang mengangkut komoditi dari Pulau Enggano, dapat menyebabkan kerusakan jalan dan jembatan pada ruas jalan poros di Enggano ini yang panjangnya sekitar 40 Kilometer (Km). Pasalnya kondisi jalan dan jembatan yang dimaksud, sudah sedemikian parah. Makanya atas permintaan warga, untuk pengangkutan komoditi tetap dilakukan di Pelabuhan Malakoni,

“Ini untuk menghindari kerusakan jalan poros dalam Pulau Enggano, tidak semakin bertambah parah," jelas Reddy.

Lebih jauh diakui, sekitar 2 atau 3 bulan lalu, sempat ada beberapa pihak melakukan survei di Pulau Enggano untuk rencana pembangunan infrastruktur.

Hanya saja kembali ditegaskan, untuk realisasi, pihaknya tidak mengetahuinya.

“Kita sangat berharap dapat terealisasi dalam tahun ini, sehingga warga Enggano juga dapat merasakan pembangunan," pungkas Reddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00