Pembatalan Haji, Muhammad Saleh Tegaskan Indonesia Tak Ada Utang Haji

KBRN, Bengkulu : Pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2021, bukan karena Indonesia ada utang haji kepada Pemerintah Arab Saudi.

Terlebih sebelumnya, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas juga sudah menegaskan, bahwa pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2021 bukan karena utang.

Pernyataan itu diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Saleh, ketika menyikapi penegasan kembali pembatalan keberangkatan haji tahun ini, disela-sela kunjungan kerja (kunker) ke Balai “Dharma Guna” Bengkulu pada Sabtu, (12/6/2021).

“Pembatalan keberangkatan haji tahun ini, memang berita yang tidak mengenakkan. Tapi pembatalan itu tidak ada karena Indonesia ada utang haji, karena Calon Jemaah Haji (CJH) berangkat dibayar lunas (cast) semua,” kata Saleh.

Menurut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini, dengan mencuatnya isu demikian, agar media massa berperan tidak menimbulkan keresahaan di masyarakat dengan berita-berita belum jelas kebenarannya.

Apalagi sampai saat ini disebutkan, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan lampu hijau bukan saja kepada Indonesia saja, melainkan kepada semua negara. Sementara waktu pemberangkatan semakin dekat.

“Jika pun nanti kuota haji diberikan, misalnya, Indonesia diberikan 5 ribu CJH, orang tidak akan sanggup untuk mengerjakannya,” sampai Saleh.

Lebih lanjut ia mengaku, pertimbangan yang diambil Pemerintah Indonesia dengan alasan keselamatan di tengah pandemi Covid 19 ini, dinilai sangat tepat.

Untuk itu kembali mengajak semua pihak termasuk peran media massa, agar menyampaikan informasi yang menyejukan masyarakat. Belum lagi CJH dipasitkan merasa sedih tidak berangkat pada tahun ini ke tanah suci Mekkah.

“Soal utang dan dana haji digunakan untuk pembangunan tidak benar. Mengingat kita dari DPR tentu mengawasi kinerja pemerintah selaku eksekutif. Kemudian kepada diminta CJH agar bersabar dulu, mudah-mudahan tahun depan bisa berangkat haji,” tutup M Saleh

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00