Tidak Gelar Open House, Silaturahmi Terbatas Masih Diperbolehkan

KBRN, Bengkulu : Seiring masih tingginya kasus konfirmasi Covid 19 yang berimbas Provinsi Bengkulu diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tidak akan menggelar open house.

Hanya saja jika ada silaturahmi yang dilakukan seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 Hijriah nanti, bersifat terbatas.

“Silaturahmi masih boleh dilakukan asalkan tidak beramai-ramai, dan itu sifatnya juga keluarga,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, ketika menyikapi pemberlakukan PPKM Mikro di Provinsi Bengkulu.

Selain itu menurut Hamka, meski untuk penyelenggaraan pesta pernikahan masih diperbolehkan, namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid 19.

Kemudian terkait kebijakan bersifat teknis lainnya, juga diserahkan kepada para Bupati dan Walikota untuk melihat sekaligus memberikan batasan terhadap aktifitas masyarakat. Artinya, apapaun aktifitas masyarakat yang mengundang kerumunan agar meminta izin kepada tim Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid 19 setempat.

“Kebijakan Gubernur memang memperbolehkan pesta pernikahan. Tapi untuk pengaturan teknisnya berada di para Bupati dan Walikota. Terlebih bagi wilayah zona merah, agar dapat benar-benar melarang,” terangnya pada Sabtu, (8/5/2021).  

Dibagian lain rencana pemberlakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkup Pemprov untuk Work From Home (WFH), diakui Sekda, masih melihat situasi. Mengingat jika kasus konfirmasi Covid 19 ini terus meningkat, bisa diberlakukan. Tetapi jika landai dan selagi tidak ada klaster ASN Pemprov, masih tetap masih seperti biasa.

“Saya kira ASN itu cukup rasional dalam berfikir dan memantau kejadian yang ada. Mudah-mudahan tanpa diarahkan, ASN sudah memahami, sebagai sebagai penyelenggara pemerintahan, akan ikut aturan pemerintah,” demikian Hamka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00