Senator Riri Dukung Pemerintah Himpun Zakat Seluruh ASN dan Pegawai BUMN

KBRN, Bengkulu : Ramadan, bulan penuh keberkahan, merupakan masa yang sangat strategis untuk mengumpulkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) di tengah kegairahan umat mengamalkan agama. Bahkan meski di tengah pandemi covid-19, empati umat kepada sesama pantang surut kebelakang.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, Ramadan 1442 Hijriah adalah ajang terbaik membangun solidaritas sosial di tengah kian meningkatnya kesulitan hidup sejak pandemi covid-19 berlangsung.

"Sucikan harta dan jiwa dengan ikhlas membayar zakat, infak dan sedekah. Ringankan beban orang yang punya utang, ketimpa musibah, yang perutnya lapar, yang nggak punya baju dan seterusnya. Inilah keindahan akhlak dalam Islam. Ustaz-ustaz sering bilang, inilah perintah Allah subhanahu wa ta'ala yang menjadikan manusia dirindukan surga," kata Hj Riri Damayanti John Latief pada Kamis (6/5/2021).

Riri mengungkapkan, keterkejutannya mengetahui potensi zakat di Indonesia begitu besar hingga mencapai Rp 61,25 triliun berdasarkan kajian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kemenag, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Saya dukung ide Baznas agar pemerintah menghimpun zakat seluruh ASN dan pegawai BUMN. Di Kota Bengkulu ini sudah jalan dan hasilnya sangat bagus. Indonesia butuh banyak solidaritas untuk mengentaskan kemiskinan dan penanganan dampak pandemi covid-19. Apalagi zakat sudah terbukti efektif dalam mengentaskan kemiskinan," ungkap Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini memberikan apresiasi kepada Baznas yang terus berupaya meningkatkan profesionalisme kerjanya, untuk mengoptimalkan potensi zakat dengan berbagai terobosan yang kian memudahkan para pembayar ZIS.

"Mudah-mudahan Ramadan tahun ini zakat, infak dan sedekah benar-benar membawa keberkahan bagi warga miskin yang meningkat selama musim pandemi dan juga untuk korban bencana alam yang terjadi beruntun sejak awal tahun kemarin," harap Riri.

Perempuan yang menjadi sosok inspiratif di BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini optimis Baznas akan semakin mendulang kepercayaan publik sebagai lembaga pengumpul dan pengelola zakat sehingga seluruh potensi yang ada dapat direalisasikan dengan dukungan dari berbagai pihak.

"Zakat, infak dan sedekah akan lebih baik kalau dikumpulkan di badan resmi seperti Baznas dan kemudian Baznas menyalurkannya secara terarah dan tepat sasaran terutama ke daerah-daerah yang memang masyarakatnya terdampak parah oleh bencana alam atau non alam seperti pandemi covid-19," papar Senator Riri.

Senator Bengkulu ini menambahkan, lembaga zakat akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari publik bila kedepan mampu memaksimalkan pengelolaan zakat secara lebih produktif.

"Dengan dana yang terkumpul sekarang mungkin belum bisa untuk memberdayakan masyarakat miskin agar tidak terus menerus bergantung dengan belas kasihan orang-orang kaya yang menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya. Tapi usaha ke arah itu tetap harus dimulai. Orang miskin nggak boleh miskin terus," demikian Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00