Pentingnya Peran Bidan, Pemerintah Harus Hadirkan Hingga Pelosok

KBRN, Bengkulu : Mengingat peran pentingnya dalam menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun dalam memberikan perawatan medis kritis kepada Ibu ketika melalui proses kelahiran, sekaligus garda terdepan pembela hak-hak perempuan, seluruh negara memperingati Hari Bidan Sedunia pada Rabu (5/5/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, selama manusia hidup berpasang-pasangan dan masih ada kehidupan di muka bumi, keberadaan bidan akan senantiasa dibutuhkan untuk membantu proses kelahiran.

"Bidan mengawal kehidupan seorang ibu dan bayi-bayi yang akan dilahirkannya, mendengar curhatnya pas hamil, memberikan semangat dan edukasi bagaimana hidup sehat ketika hamil, kadang bukan hanya untuk perempuan, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat," kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Riri mengungkapkan, masih adanya desa-desa yang belum tersentuh tenaga kebidanan sebagaimana dilaporkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam beberapa bulan terakhir, harusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah di semua level, dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

"Kalau bisa pemerintah desa sampai pusat keroyokan mencukupi kebutuhan bidan desa supaya sang bidan betah. Ada anggaran dana desa yang bisa dioptimalkan agar edukasi tentang hak-hak perempuan dan anak di desa-desa bisa maksimal," saran Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini.

Senator Bengkulu ini juga menjelaskan, saat ini bidan menemukan banyak tantangan, terutama dalam melakukan pelayanan kesehatan di era pandemi covid-19 masih menjadi wabah yang meresahkan.

"Apalagi pas awal pandemi, banyak keluhan saya terima APD kurang, pasien nggak jujur kalau terpapar covid-19, ibu-ibu hamil takut periksakan kandungan, imunisasi menurun dan lain-lain. Mudah-mudahan melalui momen Hari Bidan Sedunia, hal-hal semacam ini tidak pernah menjadi keluhan lagi," harap Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menekankan, perhatian lebih terhadap kehidupan dan kesejahteran bidan semakin terasa penting, ketika dihadapkan dengan kebutuhan meningkatkan literasi gizi masyarakat, yang saat ini tercatat masih rendah.

"Bidan bisa diharapkan untuk memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, agar tidak salah dalam mengasuh anak. Jangan pernah ada lagi kasus anak meninggal dunia karena berlebihan mengkonsumsi susu kaleng atau susu kental manis," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, Hari Bidan Sedunia atau secara internasional dikenal sebagai International Day of the Midwife diperingati setiap 5 Mei. Peringatan ini dipelopori oleh Australia dan dibahas oleh asosiasi kebidanan internasional pada tahun 1987 di Kongres Bidan Internasional.

Bahkan Hari Bidan Sedunia menjadi momen yang tepat untuk mengkampanyekan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas pentingnya profesi bidan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00