Berkah Ramadan 1442 Hijriah, Penjual Kelapa Muda Peroleh Keuntungan Berlipat

KBRN, Bengkulu : Datangnya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, membawa berkah dan rezeki bagi siapa saja yang ingin berusaha.

Seperti hal nya bagi penjual kelapa muda di jalan S. Parman Kota Bengkulu yang merupakan salah satu lokasi pasar kaget, setiap kali datangnya bulan Ramadan. Apalagi buah dogan sebutan lain kelapa muda ini, masih menjadi salah satu minuman favorit masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, untuk berbuka puasa.

Bahkan kesegaran air ditambah buah nya mampu menghilangkan dahaga, setelah sehari penuh berpuasa. Tak heran, pada bulan Ramadan yang datang setahun sekali ini, membuat omzet pendapat penjual kelapa muda meningkat drastis.

Salah seorang penjual kelapa muda, Suryati bersama suaminya Indra Gunawan mengaku memilih berjualan kelapa muda selama bulan Ramadan ini, karena cukup menjanjikan. Apalagi dari pengalamannya yang selalu berjualan di bulan suci Ramadan ini, hasil penjualannya melebihi pendapatan kerja keseharian, jika tidak bulan puasa sebagai pekerja harian membuat keripik pisang dan suaminya selaku buruh panjat kelapa.

“Cukup dengan modal mengambil dari penyambut dengan harga satu buah kelapa muda Rp. 5 ribu, bisa dijual kembali sebesar Rp. 10 ribu. Dengan demikian, dalam satu buah kelapa muda jika terjual, sudah mendapatkan untung sebesar Rp. 5 ribu,” ujar Ati panggilan keseharian perempuan paruh baya ini, bersama suaminya yang biasa dipanggil Iin ini. 

Ati mengaku, berjualan kelapa muda dengan tawaran beberapa rasa, seperti murni tanpa campur gula biasa dan gula aren itu, semata-mata dilakukan untuk mencari rezeki di bulan penuh berkah ini. Apalagi berjualan kelapa di bulan puasa Ramadan ini, tidak selalu mendatangkan keuntungan yang diinginkan, karena juga ada pembeli yang menawar harga, sehingga untuk mendapatkan pelanggan tetap, dijual dibawah Rp. 10 ribu perbuah. Padahal pelayanan yang diberikan, kelapa muda tersebut di bukakan, dan isinya di keluarkan, serta dibungkus kembali ke dalam plastik.

Tetapi meski demikian Ati bersama susminya tetap mensyukuri, dagangannya terjual.

“Hasil ataupun keuntungan yang diperoleh dari menjual kelapa muda ini, diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan 3 orang anaknya,” katanya pada Sabtu, (17/4/2021).

Selain itu ia menyampaikan, tidak jarang di saat hasil penjualan sedang ramai, keuntungan bersih yang diperoleh setelah dikeluarkan modal, sudah melebihi dari cukup, yakni di kisaran Rp. 300 ribu sampai Rp. 400 ribu.

“Mencari berkah ramadan yang dijalaninya dengan berjualan kelapa muda ini, jika sampai akhir ramadan nanti memperoleh hasil yang lebih dari cukup, setelah kebutuhan menghadapi lebaran tercukupi, hasil yang tersisa bisa ditabung atau untuk modal mencari peluang usaha lainnya. Mengingat jika hari biasanya tetap berjualan kelapa muda, sepi pembeli. Kemudian rencana mudik ke kampung orang tua di Pulau Jawa, juga tidak memungkinkan. Terlebih ada imbauan pemerintah agar tidak mudik, untuk mencegah terjadinya penularan Covid 19. Belum lagi biaya yang dibutuhkan untuk mudik, biasanya lebih besar, sehingga lebih baik uang yang ada ditabung dulu, guna keperluan keluarga kesehariannya,” tutup Ati yang diamini suaminya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00