Rekrutmen Pakai Aplikasi, Animo Pelamar Polri Turun

BENGKULU, KBRN: Polri terus membenahi dan meningkatkan pola dan sistem rekrutmen anggotanya. Sejak 2008 sistem penerimaan anggota telah memanfaatkan aplikasi yang disiapkan Mabes Polri. Diharapkan tak ada celah bagi praktek KKN.

"Rekrutmen atau penerimaan anggota Polri dengan prinsip BETAH: bersih, transparan, akuntabel dan humanis ditambah clear dan clean sudah dimulai sejak 2008. Setiap saat ada perubahan dan peningkatan untuk menghilangkan KKN itu. Jadi mau panitia, atau Kapolda sekalipun tidak bisa," kata Teguh, Jumat (16/4), usai penandatanganan pakta integritas calon Akpol di Mapolda Bengkulu.

Justru yang menjadi persoalan, kata Teguh, adalah informasi yang masih berkembang di masyarakat yang menyebut sistem rekrutmen masih bisa dengan cara-cara  KKN. Bahkan Teguh sendiri mengaku dirinya juga pernah diminta untuk membantu. 

"Saya beberapa kali diminta titip. Saya katakan tidak bisa. Kapolda saja nggak bisa apalagi panitia atau Wakapolda. Kita hanya melaksanakan sistem yang sudah disiapkan Mabes Polri" imbuhnya.

Ia menambahkan, setiap peserta tes juga bisa melihat nilainya begitu selesai menyelesaikan tahapan tes. "Jadi yakinlah dengan kemampuan diri sendiri. Kalau nggak percaya silakan datang dan lihat sendiri. Apa omongan saya benar atau tidak. Kalau sudah, baru komentar," tegasnya.

Lebih lanjut Teguh berharap peserta yang ikut tes dari Bengkulu bisa lolos di tahap-tahap selanjutnya. "Kita pastinya mau dapatkan yang terbaik. Bisa bersaing dengan daerah lain. Kalau berangkat orang 10 maunya kita lolos 10 juga," ujarnya.

Dikatakan, seleksi dan persaingan di tahap berikutnya nanti tak hanya antar provinsi tapi sudah meliputi seluruh wilayah nusantara. Karena itu ia berharap putra-putri yang lolos dari Bengkulu adalah mereka yang terbaik. 

Di sisi lain jumlah pendaftar anggota Polri tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Untuk Akpol misalnya. Jika tahun sebelumnya ada ratusan pendaftar, tahun ini hanya tercatat sebanyak 89 orang. 

Sementata dari atusan pelamar itu jumlah yang lolos ke tahap berikutnya hanya lima orang. 

"Kalau tahun lalu kuota untuk putra daerah itu lima orang. Kita harapkan semuanya lulus. Kalau untuk tahun ini belum ditetapkan. Tapi biasanya tidak jauh berbeda. Maunya kita bertambah 6 atau 7," kata Teguh.

Kepala Biro SDM Polda Bengkulu, Anthony Koylal, menambahkan seleksi tahun ini juga ketat dengan protokol kesehatan. Bahkan jika ada peserta yang positif terpapar Covid-19 makan dipastikan gugur seleksi. 

"Karena kita tidak mau membahayakan peserta yang lain maka dibuat ketentuan yang terpapar Covid-19 otomatis tidak lulus, tidak memenuhi syarat," kata Anthony. 

Anthony juga berharap peserta seleksi tahun ini bisa mencerminkan keterwakilan setiap daerah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Apalagi sosialisasi dan pelatihan juga dilaksanakan di Polres masing-masing. "Nanti orientasinya kita harapkan juga kembali ke daerah asalnya masing-masing," katanya. 

Berdasar data animo dan verifikasi seleksi calon tamtama dan taruna pada Polda Bengkulu tahun 2021 per tanggal 12 April 2021 diketahui jumlah pendaftar tahun ini sebanyak 2.051 orang. Namun yang terverifikasi sebanyak 1.952 orang. 

Masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Taruna Akpol: 89

2. Bintara PTU : 1654

3. Bintara TI: 59

4. Bintara Perawat: 3

5. Bintara Bidan: 1

6. Bintara Rekpro: 0

7. Bintara Pramugari: 1

8. Bintara Brimob : 120

9. Bintara Polair : 25

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00