Bujang Gadis Bengkulu Diajak Cerdaskan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat dan Kosmetik Aman

KEI penggunaan obat tradisional, sumplemen kesehatan dan kosmetik aman

KBRN, Bengkulu : Balai POM di Bengkulu diramaikan oleh 15 pasang finalis Bujang Gadis Bengkulu Tahun 2022 yang datang untuk mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi Obat dan Makanan Aman, Selasa (5/7/2022). 

Para Bujang Gadis tersebut merupakan finalis terpilih yang mewakili berbagai Kota dan Kabupaten yang ada di Bengkulu yang sedang menjalani masa karantina pemilihan Bujang Gadis Bengkulu Tahun 2022. 

Kepala Balai POM di Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, dalam sambutannya menyampaikan peran serta Bujang Gadis mencerdaskan masyarakat memberikan informasi dan edukasi agar mampu memilih serta menggunakan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang aman, bermanfaat dan bermutu.

"Kehadiran Bujang Gadis yang merupakan Duta Wisata Provinsi Bengkulu dan role model generasi muda berprestasi akan mudah diterima di tengah masyarakat dan milenial," kata Yogi. 

Materi yang disampaikan Narasumber BPOM meliputi Obat, Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan Aman serta penggunaan Aplikasi BPOM Mobile bagi masyarakat untuk mengecek status suatu produk apakah sudah memiliki izin edar dari Badan POM. 

"Sebelum membeli suatu produk Obat dan Makanan, diharapkan untuk selalu melakukan Cek KLIK atau cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa," kata Yogi. 

Dalam sesi diskusi para peserta banyak mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pengalamannya seputar penggunaan Obat dan Makanan.

Selain mendapatkan materi seputar Obat dan Makanan Aman, para finalis Bujang Gadis juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan tur laboratorium. 

Bersama-sama mereka mengunjungi laboratorium pengujian pangan, teranokoko (terapetik, narkotik, kosmetik, obat tradisional dan produk komplemen), mikrobiologi dan DNA milik Balai POM di Bengkulu dan mendapatkan penjelasan seputar kegiatan pengujian yang dilakukan. 

"Diharapkan para Bujang Gadis dapat memiliki pengetahuan tentang obat dan makanan aman sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dari produk obat dan makanan yang berbahaya terhadap kesehatan dan selanjutnya juga dapat turut menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat komunitasnya," tutup Yogi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar