Kiprah Perwira Muda di Satreskrim Polres Bengkulu 'Menjaga' Kota

BENGKULU, KBRN: Hari Jumat 1 Juli 2022, Korsp Bhayangkara genap berusia 76 tahun. Usia yang tak lagi muda. Usia yang terbilang mapan bagi sebuah lembaga negara yang bertugas mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di Kota Bengkulu.

Di usia yang sudah tak lagi muda, generasi anggota Polri yang mengabdi bagi bangsa dan negara ini juga terus silih berganti. Mereka adalah anak-anak bangsa yang terpanggil dan terpilih mengabdi bagi negeri ini.

Di Kota Bengkulu, khususnya, tugas mulia itu kini ada di tangan anak-anak bangsa yang berusia relatif muda. Meski masih muda, capaian prestasi dan kinerjanya tak bisa dipandang sebelah mata. Selama mengemban tugasnya, sejumlah perkara berhasil diungkap dan ditangani demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Seperti diungkap AKP Welliwanto Malau. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu ini menyebut sudah ada sekitar 1400 laporan polisi yang ditangani jajarannya sejak Januari-Juni 2022. Dari jumlah itu, 50 persen perkara sudah diselesaikan.

Lulusan Akpol 2013 ini menyebut, capaian itu tak lepas prinsip bekerja sesuai prosedur, kerja sama semua personil Satreskrim yang berjumlah 47 personil, dukungan satuan lainnya serta arahan pimpinan. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Kepahiang ini menambahkan, salah satu pendukung capaian kinerja Satreskrim yang dia pimpin itu adalah Tim Macan Gading. Tim khusus ini sudah ada sejak era kepemimpinan Kasat Reskrim sebelum dirinya, yakni Darmawan SIK.

Sejak diaktifkan kembali di masa kepemimpinannya, Tim Macan Gading telah mengungkap kasus terkategori menonjol. Seperti pencurian mobil dan yang terbaru adalah kasus aborsi. "Tim ini punya personil enam orang dan langsung di bawah tanggung jawab saya sebagai Kasat Reskrim," ujar Malau yang dua kali menjabat Kapolsek di wilayah Polres Bengkulu Utara, yakni Batik Nau dan Lais.

Satreskrim Polres Bengkulu sendiri terdiri dari beberapa unit dan bagian, yakni Unit PPA, Unit Tipiter, Unit Pidum, Unit Tipikor, Bagian Urmin dan Tim Macan Gading.

Selama mengemban tugas-tugasnya, Malau telah mencatatkan sejumlah prestasi yang diganjar apresiasi dan penghargaan. Mulai dari Kapolri, Kapolda dan pemerintah Daerah Kepahiang.

Bahkan di upacara Hari Bhayangkara ke-76, Satreskrim Polres Bengkulu juga bakal menerima penghargaan dari Pemkot Bengkulu. "Informasinya demikian. Saya dan anggota akan terima piagam penghargaan dari Walikota dan Ketua DPRD Kota Bengkulu," ungkap mantan Kasat Reskrim dan Kasubag Humas Polres Kaur ini. 

Malau yang juga pernah menjabat Kasat Resnarkoba Polres Bengkulu Selatan ini mengungkap, dari sekian perkara yang pernah dan sedang ia tangani, ada salah satu yang paling berkesan. "Saya pernah diteriaki maling setelah menangkap tersangka di Kaur dulu. Tapi berkat saling pengertian, tak sampai terjadi chaos," ujarnya.

Banyak Ilmu dan Pengalaman

Dinamika masyarakat di Kota Bengkulu yang lebih tinggi dibanding di kabupaten, rupanya memberi kesan sendiri bagi IPDA Albert Salomo Sinulaki, S.Trk, Kanit Tipiter Polres Bengkulu.

"Karena di wilayah Kota ini ada banyak kasus yang belum pernah saya temui atau alami sehingga ada banyak pelajaran yang saya dapatkan agar lebih baik ke depannya," ujarnya.

IPDA Sinulaki mengakui ada beberapa kasus menonjol yang pernah dan sedang ia tangani. Di antaranya adalah aborsi yang dalam pengembangannya menyibak praktik penjualan obat-obatan ilegal atau obat yang tak sesuai dengan peruntukannya atau resep dokter.

"Saya melihat, ini terjadi karena ada banyak anak muda sekarang yang kurang edukasi soal seks. Sehingga mereka tidak paham resiko jika melakukan seks bebas. Akibatnya mereka mengambil jalan pintas seperti aborsi atau menggugurkan kandungan," ucapnya.

Sinulaki berharap agar masyarakat di Kota Bengkulu, khususnya generasi muda, bisa memetik pelajaran dari kasus yang telah diungkap supaya mereka lebih memahami resiko dari tindakannya. "Bijaklah dalam bertindak dan jadilah anak muda yang bisa berguna bagi bangsa dan negara," imbaunya.

Tentang karirnya, Sinulaki masuk Polri tahun 2015 selepas SMA. Ia lalu ikut pendidikan dan lulus pada 2019. Ditempatkan pertama kali di Polda Bengkulu, yakni di bagian Sabhara. 

"Di situ saya bikin inovasi, bentuk timsus malam bernama Tim Badak. Jalan 5 bulan saya lalu dapat TR pindah ke Lebong jabat Kanit PPA 3 bulan, terus ke Kanit Pidum 1 tahun dan pindah lagi ke Satnarkoba Lebong selama 6-7 bulan. Setelah itu mutasi ke Polres Kota pada KBO Narkoba 3 bulan lalu geser ke Kanit Tipiter," tuturnya.

Karir Sinulaki sendiri memang banyak di reserse sesuai basic pendidikan yang ditempuhnya. Pria kelahiran 1997 yang adalah pejabat termuda di Satreskrim Polres Bengkulu ini mengakui unit Tipidter adalah tugas yang menantang.

Di Unit Tindak Pidana Tertentu ini, kata dia, tugasnya lebih fokus kepada kejadian yang tak kasat mata. Contohnya soal perlindungan konsumen. Soal ini, diakuinya banyak belum diketahui masyarakat bahwa mereka sebagai konsumen ini dilindungi oleh negara.

"Misalnya kalau belanja barang malah mendapat barang KW, bukan ori. Memang murah tapi tak tahan lama dan dampaknya kepada ekonomi negara. Kalau arang bagus memang mahal tapi juga bisa memberi pendapatan bagi negara. Sementara yang ilegal hanya memebri untung bagi penjualnya saja," urainya.

Unit Tipidter, lanjut Sinulaki, bisa disebut fokus kepada upaya pencegahan dan perlindungan sebelum perkara terjadi. Kasus-kasusnya beragam. Termasuk soal limbah, obat-obatan, dll. Jadi tidak menunggu jatuh korban dulu. 

"Bagi saya, semua unit sama, cuma unit ini memang lebih menantang karena kita dituntut untuk terus membuka wawasan baru, data-data dan analisa dokumen, upadate informasi soal regulasi baru," katanya. 

Kerja Tak Kenal Waktu

Salah satu unit Satreskrim Polres Bengkulu adalah Unit Tindak Pidana Umum atau Pidum. Unit ini membawahi empat tim dengan 16 orang personil plus tim Macan Gading dan Opsnal dan dipimpin oleh IPDA Rido Fazri, SH.

"Selama menjabat Kanit Pidum, dalam melakanakan tugas di lapangan kita harus lebih sabar dan ikhlas dalam memberika pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Bravo Polri," sampai IPDA Rido.

Sementara Kanit Tipikor IPDA Nurul Huda SH mengaku ada berbagai rasa suka dan duka selama menjadi anggota Polri dan penjabat di Polres Bengkulu. "Kalau sukanya sama saja dengan unit yang lain. Kalau dukanya, lebih ke waktu yang padat dan tidak terbatas. Beda dengan Reskrim yang lebih jelas waktunya," tandasnya.

IPDA Nurul Huda SH sendiri masuk Polri tahun 1999-2000 dan menamatkan SIP-nya di tahun 2018. Setelah kembali ke Polres Bengkulu, ia dimutasi ke Polsek Muara Bangkahulu. Sempat pula di Polsek Gading dan sejak Februari 2022 menjabat Kanit Tipikor.

Keterangan Gambar:

Atas kiri: AKP Welliwanto Malau SIK MH

Atas kanan: IPDA Albert Salomo Sinulaki, S.Tr.K

Bawah Kiri: IPDA Rido Fazri, SH

Bawah kanan: IPDA Nurul Huda, SH

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar