Harga Komoditi Cabai Masih Melambung Tinggi di Pasar Inpres Kaur

Pedagang pasar impres Kaur

KBRN, Bengkulu : Hingga saat ini semua jenis komoditas cabai terpantau mahal, baik secara lokal maupun nasional, harga cabe keriting masih melambung tinggi. Hal itu terlihat dari aktifitas jual beli di pasar terbesar di Kabupaten Kaur yaitu, Pasar Inpres.

Kenaikan harga ini bila dipersentasikan lebih dari 100%, sehingga membuat dilema bukan hanya para pembeli tetapi juga para pedagang.

Tomi (46 tahun) salah satu pedagang cabai dipasar Inpres Kabupaten Kaur mengatakan, penyebab kenaikan harga cabai adalah akibat curah hujan yang tinggi, sehingga membuat para petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk hingga obat-obatan, agar cabai tidak terserang hama dan jamur. Dengan berdasarkan perhitungan itulah diakjui, harga cabai mengalami kenaikan dan untuk mencukupi kebutuhan pasar cabai juga memasok dari provinsi tetangga.

"Cabai merah yang biasanya hanya berkisar Rp. 30 ribu - Rp. 40 ribu sudah beberapa hari ini harganya masih meroket di harga 80 ribu hingga Rp. 90 ribu jenis cabai rawit dan cabai setan pun tembus di harga Rp. 100 ribu perkilogram," ujar Tomi pada Senin,(27/6/2022).

Bukan hanya harga cabai yg mengalami kenaikan, beberapa harga bahan pokok lain nya juga mengiringi kenaikan, seperti harga telur ayam negeri saat ini mencapai Rp. 55 ribu sekarpet, sebelumnya diharga Rp. 38 ribu. Lalu bawang merah diharga Rp. 60 ribu perkilogram nya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar