Larangan Ekspor CPO Dicabut, Harga Pembelian TBS di Kaur Rp 1.730,-

KBRN, Bintuhan : Pasca dicabutnya larangan ekspor CPO keluar negeri oleh Presiden Jokowi berdampak positif bagi petani sawit diwilayah Kabupaten Kaur.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Lianto pada Sabtu, (21/5/2022) berdasarkan hasil kroscek lapangan oleh pihaknya saat ini harga sawit di wilayah Kabupaten Kaur berangsur naik.

Dari sebelumnya sempat anjlok hingga Rp. 1000 kini naik menjadi Rp. 1.730 per kilogramnya.

Meskipun saat ini harga yang di berikan perusahaan masih di bawah harga penetapan oleh Gubernur, namun Lianto berharap agar kedepan harga tersebut terus beranjak naik hingga sebesar harga yang telah ditetapkan.

Menurut Lianto, penyebab harga beli TBS saat ini belum stabil dikarenakan terjadi penumpukan CPO di pabrik, akibat imbas dari pelarangan ekspor CPO beberapa waktu yang lalu. Namun pihaknya telah memberikan sosialisasi ke pabrik CPO Kaur melalui surat edaran (SE) Bupati yang merujuk pada ketetapan harga sawit yang di tetapkan Provinsi, agar pihak pabrik segera menstabilkan kembali harga pembelian TBS dari petani.

“Kita sudah lakukan kroscek lapangan. Hasilnya saat ini harga pembelian TBS per tanggal 20 mei sudah di angka Rp 1.730 perkilogramnya”, kata Lianto.

Untuk diketahui, dengan anjloknya harga pembelian TBS beberapa waktu yang lalu membuat petani di Kabupaten Kaur menjerit.

Selain harga bahan pokok pasca lebaran melonjak naik, petani juga di buat kewalahan dengan harga pupuk dan pestisida yang juga melonjak naik, sehingga dengan harga TBS yang ditetapkan CPO saat ini tidak sebanding dengan biaya hidup harus di keluarkan oleh petani.

"Dengan telah berangsur naiknya harga pembelian TBS saat ini diharapkan sedikit bisa meringankan kebutuhan petani di Kabupaten Kaur," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar