Kementerian PUPR dan BKKBN Survey Ke Kabupaten Kaur Perihal Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Tim Survey dari Kementerian PUPR dan BKKBN tiba di desa Sumber Harapan Kecamatan Nasal, untuk melakukan survey dilokasi pertama perihal survey pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Kaur

KBRN, Bintuhan : Tim survey kolaborasi Kementrian dan BKKBN melaksanakan survey terkait pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Kaur.

Tim survey dari Kementrian PUPR dan BKKBN melaksanakan survey dilokasi pertama, Rabu (18/5/2022), berada di desa Sumber Harapan Kecamatan Nasal. 

Pelaksanaan survey oleh kementerian di Kabupaten Kaur ini berada 4 lokasi fokus (lokus) yakni, desa Sumber Harapan dengan 292 rumah yang akan disurvey. Suka Jaya 110, Muara Dua 164, dan Sinar Mulya Kecamatan Maje 90 rumah. Dan pelaksanaannya akan dilakukan selama 5 hari.

Muhammad Subhan Direktorat Rumah Swadaya dari Kementerian PUPR mengatakan, survey ini merupakan tahap awal untuk tahapan berikutnya setelah survey selesai, akan ada sosialisasi dan selanjutnya baru tindakan fisik yang akan dikerjakan. Dikatakan M.Subhan, pada sasaran ini adalah Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE). Ada beberapa sektor yang menangani masalah ini, dari rumah swadaya terkait masalah tempat hunian. Sementara bidang cipta karya berkenaan penggunaan air minum, sanitasi dan jalan lingkungan.

" beberapa item inlah yang akan disurvey sehingga apakah cocok atau tidak dilihat dari hasil survey nantinya," ungkap M.Subhan.

Ditambahkan M. Subhan, perihal bidang perumahan yang akan disurvey tentang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) indikatornya adalah, ketahanan bangunan, struktur bangunan, pencahayaan, cukupan luas perorangnya, serta ketersediaan MCK nya. Menurut M.Subhan, dari kelima indikator ini nantinya apabila ada yang tidak terpenuhi berarti termasuk kedalam rumah tidak layak huni, sehingga layak untuk mendapat bangunan. Sementara sisi administrasinya masyarakatnya adalah, harus warga yang sudah berdomisili di daerah tersebut dengan dibuktikan oleh KTP. Lahan harus milik sendiri, dan rumah yang dimiliki adalah rumah satu-satunya, dan kawasannya merupakan kawasan perumahan.

" Petugas survey akan door to door kesetiap rumah sesuai lokus yang ada, apakah sesuai dengan indikator atau tidak," demikian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar