Lestarikan Istiadat Lokal, Pemdes Tanjung Betuah Sosialisasi Adat “Simbur Cahaye

KBRN, Bintuhan : Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Betuah Kecamatan Nasal, beberapa hari yang lalu telah menggelar sosialisasi adat “Simbur Cahaye.”

Kegiatan ini bertujuan menjaga dan melestarikan adat istiadat asli daerah yang mulai terkikis oleh kemajuan tekhnologi dan zaman.

Adat merupakan bagian dari kultur budaya di desa yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Ketua Laku Kabupaten Kaur Lukman mengatakan, sosialisasi ini bagian upaya desa menjaga dan melestarikan budaya istiadat lokal, khususnya bagi pemuda yang rentan terpengaruh oleh kemajuan tekhnologi dan zaman, sehingga lupa akan adat istiadatnya.

“Tujuan sosialisasi ini adalah sebagi upaya pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjaga dan melestarikan budaya istiadat, serta mengigatkan  anak-anak muda agar tidak melupakan adat istiadat Kaur,” jelas Lukman pada Minggu, (26/9/2021).

Lebih lanjut Lukman menyampaikan, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi Desa lain, sehingga mampu mempertahankan adat istiadat dari gempuran pengaruh budaya asing yang kian kuat mempengaruhi generasi muda.

“Alhamdulillah, sosialisasi adat ini dapat terlaksana sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan budaya yang kian terkikis oleh jaman,” ujarnya.

Ditambahkan, adat istiadat ini sudah disahkan dan dipedomani oleh masyarakat sesuai dengan keputusan Lembaga Adat Kaur Kabupaten Nomor 001/LAKu.MB/XII/2019.

Diharapkan, adat istiadat tetap terpelihara dan tidak punah dimakan waktu.

Untuk diketahui Sosialisasi tersebut dibuka oleh Kades Tanjung Betuah, Syahrizal Pahlepi.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni, Ketua LAKu Kabupaten Kaur, Ketua LAKu Kecamatan Nasal, Ketua LAKu Desa Tanjung Betuah.

Kegiatan juga diikuti oleh BPD, tokoh adat, tokoh pemuda dan undangan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00