Dinas DKP Kaur Imbau Nelayan Tak Tangkap Benur

Miti Suryani

KBRN, Bintuhan : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kaur telah menyampaikan sosialisasi secara door to door kepada koperasi-koperasi nelayan terkait Permen KP No.17 tahun 2021.

Hal itu sejalan dengan telah berakhirnya masa berlaku surat izin penangkapan baby lobster atau benur bagi nelayan di Kabupaten Kaur, terhitung 6 Agustus 2021 yang lalu.

“Untuk sementara nelayan masih di larang menangkap benur, karena izinnya sudah berakhir di bulan Agustus lalu,” ungkap Kepala DKP Kabupaten Kaur melalui Kabid Perikanan Tangkap, Miti Suryani kepada RRI.

Miti mengatakan, untuk pengusulan yang baru belum bisa dilaksanakan, karena aplikasi untuk mendaftarkan kelompok-kelompok nelayan ini belum bisa di akses.

"Kami sudah sampaikan terkait Permen KP No. 17 tahun 2021, karena izin mereka sudah habis sementara perpanjangan belum bisa dilakukan," ujarnya pada Sabtu, (18/9/2021).

Ditambahkan Miti, kalau seandainya para nelayan-nelayan ini masih ada yang melakukan penangkapan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pribadi masing-masing, paling tidak secara kedinasan perihal larangan ini sudah disampaikan. Terlebih jika nanti ada sesuatu hal yang terjadi terkait masih adanya penangkapan, resikonya dikembalikan kepada nelayan-nelayan tersebut.

Menurut Miti, sejatinya nelayan-nelayan ini sudah ingin secepatnya mendapatkan surat izin kembali, supaya dalam aktivitas penangkapan benur bisa dilakukan dengan aman.

"Sudah banyak yang datang ke kantor untuk menanyakan perihal perpanjangan surat izin, tapi karena memang belum bisa, ya mau diapakan lagi," paparnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, sebenarnya nama-nama dari kelompok-kelompok nelayan ini sudah ada di data DKP Kaur, sebab ini merupakan usulan lama. Hanya saja masih menunggu dari pihak kementerian kapan perizinan penangkapan ini bisa diberlakukan kembali.

Oleh karena itu dia berharap, nelayan bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini, dan imbauan dari pemerintah hendaknya diindahkan.

"Saya harap nelayan bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini, dan imbauan dari pemerintah bisa dijalankan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00