Penerapan PPKM dikeluhkan Pengelola Wisata di Kaur

.KBRN, Bintuhan : Pembatasan mobilitas guna menekan penyebaran Covid-19, turut menekan bisnis wisata dan perhotelan yang ada di Kabupaten Kaur.

Padahal, industri pariwisata justru sangat bergantung pada pergerakan manusia atau mobilitas.

Ditambah lagi saat ini harus menghadapi kembali tekanan akibat implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dengan diberlakukan nya penerapan PPKM oleh pemerintah, maka berdampak pada sektor pariwisata, perhotelan dan pengunjung wisata bagi para pengusaha dan pengelolah Wisata di Kabupaten Kaur.

Beberapa pengelola wisata  di Kabupaten Kaur mengelu atas penerapan tersebut.

Salah satu pengelola wisata dan perhotelan di Kabupaten Kaur, Matahirin kepada RRI pada Senin, (26/7/2021), mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa dampak dari Covid-19 ini yang paling terpukul adalah pariwisata. Tapi mau bagaimana lagi aturan pemerintah harus di ikuti.

"Dari Idul Adha lalu, pengunjung wisata yang datang berkunjung ke wisata Kabupaten Kaur didominasi masyarakat lokal. Hal ini sangat berdampak pada pendapatan yang ada, tidak lebih 30 persen saja yang masuk. Kami berharap pandemi ini cepat berlalu dan masyarakat pematuhi aturan PPKM ini agar cepat memutus mata rantai penyebaran covid 19, terutama di Kabupaten Kaur," tutup Matahirin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00