Rawan Bencana, Kabupaten dan Kota Diminta Tetapkan Status Siaga Bencana

KBRN, Bengkulu : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota agar dapat menetapkan wilayahnya sebagai status siaga bencana, terutama banjir dan tanah longsor.

Terlebih prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa, wilayah Bengkulu dan sekitarnya sampai dua minggu kedepan masih berpeluang terjadinya hujan lebat.

Belum lama dua hari lalu, tidak saja sebagian wilayah Kota yang menjadi langganan, seperti Rawa Makmur, Tanjung Agung, Kebun Tebeng, Penurunan serta Bentiring Permai, dan sejumlah kabupaten telah terjadi banjir, dan juga tanah longsor, diantaranya, longsor jalan Bengkulu-Tanjung Sakti, serta Desa Rindu Hati Taba Penanjung.

“Kita sudah menggelar rapat bersama pihak terkait, dan di minta siaga menghadapi cuaca ekstrim ini, serta mempertegas kembali titik-titik jalur evakuasi jika terjadi bencana, baik banjir dan tanah longsor,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar dalam keterangannya.

Menurut Rusdi, penetapan wilayah masing-masing dalam penetapan status siaga bencana itu, bertujuan agar ketika saat terjadi bencana yang diharapkan tersebut, bisa menaikan status siaga menjadi tanggap darurat.

“Jika status siaga belum ditetapkan masing-masing kabupaten dan kota, tidak bisa menetapkan status selanjutnya. Tapi Alhamdulillah 5 sampai 6 wilayah kabupaten sudah menetapkan status demikian dan telah menggelar pasukan siaga bencana,” terangnya pada Kamis, (26/11/2020).

Selain itu ia juga mengimbau melalui BPBD Kabupaten dan Kota dengan kondisi curah hujan intensitas tinggi agar masyarakat tetap waspada dan siaga, terutama yang berada di bantaran sungai dan lereng bukit.

Artinya, apa yang mesti diamankan terlebih dahulu, agar segera dilakukan dan sebaiknya jangan menunggu datangnya bencana, baru bergerak.

“Kita sudah mengajak masyarakat, semoga bisa melaksanakannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Bengkulu Klaus Johannes Apoh Damanik ST menyebutkan, hingga tanggal 28 November 2020, potensi hujan lebat atau hujan dengan durasi lama dan terjadi hampir di 10 kabupaten/kota, mulai dari Kaur sampai Mukomuko, serta Rejang Lebong, Lebong, Kota Bengkulu, Kepahiang, Seluma, Bengkulu Tengah (Benteng) dan Bengkulu Utara.

“Dari prediksi itu berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Apalagi diperkirakan juga akan terjadi angin kencang,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00