Positif di Bengkulu Bertambah Lagi 11 Kasus dan 1 Meninggal

KBRN, Bengkulu : Seiring terus bertambahnya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu, juga terjadi penambahan kasus yang meninggal dunia.

Dari rilis data Jumat, (25/9/2020), untuk jumlah kasus konfirmasi positif mengalami penambahan sebanyak 11 kasus.

“Kesebelas kasus itu dengan rincian, 6 laki-laki dan 5 perempuan berasal dari Kabupaten Rejang Lebong sebanyak  4 kasus, 2 kasus dari Kabupaten Mukomuko, dan 5 kasus dari Kota Bengkulu, sehingga totalnya menjadi 590 kasus,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, dalam keterangannya.

Herwan menyebutkan, dari 11 kasus positif baru ini, ada tenaga kesehatan, masyarakat umum, dengan pengembangan hasil kontak tracing tim gugus tugas terhadap kasus sebelumnya, seperti kasus 518, 500 dan 509. Kemudian juga yang belum diketahui kontak eratnya, ada yang bergejala, bahkan menderita penyakit penyerta dan tidak bergejala.

“Bagi yang bergejala dan ada penyakit penyerta, saat ini di rawat di rumah sakit, sedangkan selebihnya melakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Selain itu Herwan menjelaskan, dengan penambahan kasus positif ini sebetulnya sangat baik, karena menandakan tim telah bekerja maksimal, melalui deteksi dini kasus.

Dengan harapan nantinya bisa mengendalikan kasus Covid 19 yang perkembangannya hingga kini masih perlu memperbanyak pengambilan spesimen di masyarakat, sembari himbauan protokol kesehatan agar bisa benar-benar sudah kebiasaan di masyarakat nantinya.

“Di himbau juga kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama keluar rumah. Apalagi berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) bagi yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan akan menerima sangsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut untuk kasus meninggal dunia, Herwan menjelaskan, ada penambahan satu kasus dari Kabupaten Mukomuko, sehingga total jumlahnya berubah dari 31 menjadi 32 kasus.

Sedangkan kasus sembuh, belum ada penambahan lagi dan jumlahnya sampai saat ini sebanyak 360 orang.

“Untuk kasus suspek ada penambahan sebanyak 79 kasus, sehingga total jumlahnya 2.315 orang,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00