Didominasi Nakes, Positif di Bengkulu Bertambah 31 Kasus

KBRN, Bengkulu : Kasus konfirmasi positif Covid 19 di Provinsi Bengkulu kembali bertambah. Bahkan penambahan kalinya jumlahnya sangat signifikan dari sebelumnya.

Berdasarkan rilis data pada Rabu, (23/9/2020), penambahan kasus positif baru sebanyak 31 kasus, dengan rincian, 13 kasus dari Kabupaten Kepahiang, 5 kasus dari Kabupaten Rejang Lebong, 7 kasus dari Kabupaten Bengkulu Tengah, dan 6 kasus dari Kota Bengkulu.

“Penambahan positif baru sebanyak 31 kasus itu diperkuat dari hasil spesimen yang keluar sebanyak 186 sampel, dengan hasil positif 31 kasus dan selebihnya negatif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni dalam keteranganya.

Herwan menyebutkan, sebanyak 31 kasus positif baru ini, dengan rincian perempuan sebanyak 20 orang dan selebihnya laki-laki ini, mayoritas belum diketahui riwayat kontaknya, namun ada juga kontak erat dengan kasus sebelumnya, seperti kasus 470, 476, dan 510.

“Dari total jumlah tersebut, sebanyak 21 orang merupakan tenaga kesehatan (nakes), dan tanpa ada gejala, sehingga hanya melakukan isolasi mandiri,” ujar Herwan.

Selain itu menurut Herwan, dengan bertambah banyaknya kasus positif ini, kepada seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Apalagi dengan penambahan 31 kasus baru ini, total positif menjadi 572 kasus atau 8,44 persen dari 6.773 spesimen yang di periksa.

“Kita tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan, karena dengan itu bisa meminimalisir terpapar atau menularkan kepada orang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut untuk kasus sembuh, Herwan mengaku, juga ada penambahan sebanyak 5 kasus, yang semuanya berasal dari Kota Bengkulu.

“Dengan bertambahnya 5 orang sembuh ini, demikian total jumlahnya menjadi 360 kasus atau 62,93 persen dari kasus konfirmasi,” terangnya.

Sementara kasus meninggal dunia ditambahkan, tidak ada penambahan dan jumlah masih sebanyak 31 kasus, atau 5,41 persen dari kasus konfirmasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00