Evaluasi Penanganan Covid-19, Dinkes : Banyak Meninggal Ada Penyakit Penyerta

KBRN, Bengkulu : Pasca Tim Gugus Tugas Nasional mengumumkan Provinsi Bengkulu menjadi daerah tingkat kematian tertinggi se-Indonesia, akibat Covid-19 dalam seminggu terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi akan melakukan evaluasi dalam penanganannya.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni  menyebutkan, hingga saat ini total kasus positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu mencapai 240 kasus, atau sekitar tujuh persen dari 3.426 sampel yang telah diperiksa.

Dari 240 kasus tersebut, sebanyak 142 kasus diantaranya dinyatakan sembuh, dan sisanya masih melakukan perawatan di rumah sakit rujukan, serta ada juga yang melakukan isolasi mandiri.

"Untuk kasus meninggal sejauh ini ada 20 kasus atau sekitar 8,33 persen dari total kasus konfirmasi positif," katanya pada Sabtu, (8/8/2020).

Herwan menjelaskan, pasien Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia tersebut, kebanyakan memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti diabetes, jantung, hypertensi, gagal ginjal dan penyakit infeksi yang kronis.

“Mayoritas pasien yang meninggal ada penyakit bawaannya, sehingga ketika terpapar Covid 19, penyakitnya bertambah banyak dan akhirnya meninggal,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, evaluasi yang dilakukan, salah satunya membenahi sekaligus meningkatkan kualitas penanganan kasus positif Covid-19, yang dirawat di rumah sakit rujukan.

Selain itu juga meminta, masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas diluar rumah, seperti menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dan menjaga jarak.

"Upaya-upaya tersebut terutama sekali kita lakukan pada mereka yang berusia lanjut, karena memang angka kematian tersebut lebih banyak pada mereka usia lanjut," tutup Herwan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00