Legislator PKB : Menuju Tatanan Kehidupan Baru Perlu Dipersiapkan Secara Matang

KBRN, Bengkulu : Kebijakan Pemerintah yang akan menerapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) ini, perlu dipersiapkan secara matang.

Mengingat dalam penerapan tatanan kehidupan baru bagi masyarakat, dinilai yang paling rawan terjadi penularan Covid 19 di kerumuman, seperti di sekolah-sekolah, pondok pesantren dan rumah ibadah.

Oleh karena kesiapan tersebut, tidak saja dari perencanaan penerapan keprotokoler kesehatannya, juga segi kesiapan dan ketersediaan anggaran dananya, sehingga perlu dilakukan pembahasan secara bersama-sama.

“Penerapan tatanan kehidupan baru itu, tidak semudah dibayarkan begitu saja, sebab jika tidak siap bisa menjadi tidak normal. Jadi perlu diketahui kesiapan perencanaan dari masing-masing dinas teknis yang menanganinya, apakah memang sudah matang atau belum persiapannya. Hanya saja jika sudah matang akan didukung penuh dan jika belum, perlu diberikan saran ataupun masukan lagi,” ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, ketika dihubungi pada Jumat, (29/5/2020).

Dikatakan Zainal, untuk mengetahui dan membahas kesiapan menghadapi tatanan kehidupan baru dari dinas teknis, tepatnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi untuk menjadwalkan rapat kerja (raker) bersama-sama, dalam minggu-minggu depan ini.

Pasalnya dua instansi sebagai mitra kerja lembaga legislatif ini, sangat menentukan dalam penerapan tatanan kehidupan baru nanti.

Apalagi diketahui, tidak terlalu lama lagi ajaran pendidikan baru di sekolah-sekolah maupun pondok pesantren (ponpes), akan segera dimulai, dan juga rumah ibadah tidak mungkin seterusnya diliburkan.

“Jika tatanan kehidupan baru ini diberlakukan, mau tidak mau alat-alat pendukung keprotokoler kesehatan pencegahan Covid 19, seperti, Alat Pelindung Diri (APD), baik itu masker, lalu alat pengukur suhu tubuh hingga alat cuci tangan mengunakan sabun atau handsanitizer, tenaga medis (nakes) dan ruang isolasi, serta bekal-bekal lain jika temukan orang yang reaktif, harus disiapkan pemerintah daerah melalui dinas teknis setempat. Belum lagi, jika ada orang yang dicurigai terpapar, bisa langsung dilakukan penanganan lebih lanjut nantinya,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut mengenai ketersediaan anggaran dana, Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Kepahiang ini menambahkan, lantaran persoalan corona ini sudah menjadi masalah nasional, tentu akan menjadi prioritas daerah. Apalagi program pembangunan infrastruktur yang sudah dianggarkan dalam tahun ini, belum berjalan, karena banyak alokasi dananya dialihkan untuk penanganan Covid 19.

“Kita siap mensuport persetujuan anggaran jika memang peruntukannya untuk rakyat. Seperti, penyediaan alat ukur suhu tubuh, bisa diberikan bantuan kepada sekolah-sekolah, ponpes maupun rumah ibadah. Ini adalah bencana nasional non alam yang perlu peran kita bersama-sama menanggulanginya,” tutup Zainal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00