Pemerintah Sosialisasikan Secara Masif New Normal Kepada Masyarakat

KBRN, Bengkulu : Kebijakan New Normal atau kehidupan normal baru bagi masyarakat di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid 19), masih banyak belum sepenuhnya diketahui masyarakat, terutama yang berada di wilayah pelosok pedesaan.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui perpanjangan tangannya di daerah baik itu Gubernur, Walikota dan para Bupati, agar mensosialisasikan kepada masyarakat apa itu New Normal dan apa saja yang mesti dilakukan.

“Sosialisasi secara masif sangat penting agar masyarakat tidak bingung dengan istilah baru New Normal. Apalagi ada anggapan masyarakat New Normal itu, sudah tidak ada lagi wabah pendemi Covid 19,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, dalam keterangannya pada Kamis, (28/5/2020).

Menurut politisi PDIP ini, pihak legislatif menyambut baik saja jika di Bengkulu menerapkan kebijakan New Normal oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, meski di tengah pandemi Covid 19 yang belum mereda.

Hanya saja ditekankan selain persiapan dari Pemda-nya, juga keinginan masyarakat untuk mengikutinya.

Mengingat disatu sisi, mau atau tidaknya kebijakan tersebut harus dilaksanakan.

“Soal kesiapan Pemda kita lihat untuk Alat Pelindung Diri (APD) sudah dibagikan tidak saja kepada masyarakat, juga kepada para tenaga medis (nakes). Tapi sekarang tinggal lagi kesiapan masyarakatnya, dan saran saya, masyarakat agar dapat mematuhi segala imbauan pemerintah, serta menjalankan aktifitas keseharian mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid 19, supaya tidak sampai terpapar,” imbuh Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Dibagian lain Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Kepahaing ini juga mengingatkan, pihak eksekutif dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar dapat menggunakan anggaran recofusing untuk penanganan Covid 19, yang bersumber dari dana APBD Provinsi Bengkulu, supaya tepat sasaran.

Pasalnya dana tersebut akan dimintai laporan realisasi penggunaannya oleh pihak DPRD Provinsi.

“Dalam rangka menjalankan dengan fungsi pengawasan, kita (DPRD Provinsi,red) akan memintai laporan realisasi anggaran Covid 19,” tukas Edwar.

Secara terpisah, sebelumnya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan, pentingnya persiapan serius dari pemerintah daerah hingga semua elemen, mengubah pola hidup baru berdampingan dengan pandemi Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.

Hal itu juga mengingat hingga saat ini belum juga ditemukan vaksin virus corona, serta semakin meningkatnya jumlah kasus yang ada, baik status ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun status terkonfirmasi (Positif Corona). Sedangkan disisi lain, juga cukup banyak kasus yang dinyatakan sehat atau sembuh.

“Untuk kesiapan New Normal sembari menunggu instruksi Pemerintah Pusat, kita mulai dari pembagian masker secara menyeluruh oleh setiap pemda kabupaten/kota diback-up Pemda Provinsi, pemetaan rapid test secara menyeluruh minimal 3 persen dari jumlah penduduk setiap kabupaten/kota dan melokalisir persoalan di masing-masing wilayah. Kemudian jika masyarakat sudah mendapatkan masker semua, akan dilakukan razia simpatik secara persuasif oleh aparat penegak hukum terpadu untuk pakai masker, itu merupakan New Normal. Selanjutnya baru melakukan kegiatan seperti biasa, dengan pola hidup cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan rapid test secara terus menerus disetiap kabupaten/kota,” pungkasnya Gubernur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00