Ternak Mati Terpapar PMK di Bengkulu Capai 40 Ekor

Penanganan wabah PMK dengan program vaksinasi yang dilakukan Disnakeswan dan petugas kesehatan di Provinsi Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnkaeswan) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 40 ekor ternak terdiri dari kambing, kerbau, babi dan sapi di daerah dinyatakan mati terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Ada 40 ekor ternak dinyatakan positif PMK mati," kata Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, Muhammad Syarkawi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/8/2022).

Syarkawi mengungkap penyebaran wabah PMK di Provinsi Bengkulu telah masuki status darurat. Puncak penyebaran terjadi di Bulan Juli dan perlahan mereda pada pekan pertama Agustus 2022.  

Dari pemeriksaan sampel ternak berkuku belah terpapar PMK, sebanyak 7.650 ekor ternak dinyatakan positif sejak Juni 2022.

"Dari jumlah ini terdapat 3.163 ekor ternak yang masih sakit. Sementara 4.428 ekor lainnya telah dinyatakan sehat," kata Syarkawi, Selasa (16/8/2022).

Ia memaparkan berbagai langkah pencegahan penyebaran penyakit PMK telah dilakukan di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Langkah tersebut adalah dengan cara biosekuriti perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan dan pengawasan lalu lintas serta pelaksanaan surveilans, lalu pemotongan pada hewan terinfeksi, mendesinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi, pemusnahkan bangkai maupun sampah dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi, serta tindakan karantina. 

Dari segi pencegahan jangka panjang, pemerintah telah melakukan vaksinasi PMK dengan jumlah penyuntikan sebanyak 15.680 dosis. 

"Kita masih memiliki 38.300 dosis lagi untuk didistribusikan ke 10 kabupaten/kota. Dalam waktu dekat akan segera habis," ujarnya.

Kendati penyebaran PMK cukup tinggi, Syarkawi menyebut jumlah populasi ternak yang ada di Bengkulu masih mencukupi untuk kebutuhan pembibitan dan pangan hingga beberapa semester kedepan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar