Bengkulu Langganan Banjir, Ini Ungkapan Senator Riri

Riri Damayanti John Latief

KBRN, Bengkulu : Pada Kamis, (30/6/2022), sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu mengalami banjir.

Data terhimpun, bukan hanya di daerah "langganan" banjir di Kota Bengkulu, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan keprihatinan atas banjir yang di derita oleh warga Bengkulu, sehingga sejumlah aktifitas pekerjaan menjadi terkendala dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Melihat pemberitaan dan laporan dari masyarakat mengenai banjir ini, saya prihatin. Saya lihat ada banyak jalan raya yang tergenang, aktifitas terkendala. Ini jelas memberikan dampak secara ekonomi dan kerugian yang tidak sedikit," kata Riri.

Alumni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu ini menjelaskan, banjir jadi masalah rutin yang seakan tak terselesaikan dengan baik, bukan hanya di Bumi Rafflesia, namun juga di berbagai daerah lainnya dengan sebab-sebab yang hampir mirip, rusaknya lingkungan.

"Solusi sudah disiapkan, langkah antisipasi sudah diambil, tapi banjir tetap ada. Sementara hutan masih gundul, sungai-sungai akan tetap meluap. Sebaiknya semua bisnis yang dikembangkan di hulu sungai harus menghitung kembali kerugian yang ditimbulkannya untuk masyarakat," ujar Senator Riri.

Senator Bengkulu ini menuturkan, penting bagi pejabat terkait segera mengeksekusi penyebab rusaknya fungsi hutan dan sungai secara berlebihan, baik karena pengembangan investasi, maupun karena sebab-sebab lainnya seperti sampah yang banyak berserakan.

"Semua sudah sepakat, banjir ini karena lingkungan sudah rusak. Penghijauan sudah dilakukan dan terbukti tidak cukup mengatasi masalah. Jadi aksi perbaikan harus lebih maju lagi, semua yang secara brutal merusak lingkungan harus ditindak," tandas Dewan Penasehat Karang Taruna Provinsi Bengkulu ini.

Riri mengajak semua yang memiliki usaha yang bersentuhan langsung dengan ekosistem lingkungan untuk menjadikan keselamatan ekologis sebagai panglima sehingga ada keberkahan dalam kehidupan.

"Saya merasakan betapa berat hidup masyarakat yang tinggal di daerah langganan banjir. Hujan jadi seperti hantu yang menakutkan. Ini yang harus disadari oleh yang punya usaha, terutama yang di hutan-hutan atau hulu sungai," tutup Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar