FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Tiga Kabupaten di Bengkulu Catatkan Vaksinasi Mingguan di Atas Rata-rata

Data boks Kemenkes RI

KBRN, Bengkulu : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat ada tiga kabupaten/kota dengan rerata vaksinasi COVID-19 mingguan di atas rata-rata di Bengkulu yang saat ini tercatat 746,33 dosis data per Senin, 23 Mei 2022.

Kepala Dinkes Herwan Antoni mengungkap rerata vaksinasi tiga kabupaten/kota teratas dengan angka di atas 900 dosis adalah Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Lebong dengan masing-masing nilai 1.323 dosis, 1.076 dosis dan 881 dosis.

Rejang Lebong mencatatkan rerata vaksinasi mingguan tertinggi di Bengkulu dengan vaksinasi 1.323 dosis. Adapun pemakaian vaksin sampai dengan kemarin tercatat 316,53 ribu dosis. Dalam rekapitulasi data dashboard nasional, pencapaian vaksinasi lengkap di wilayah ini telah mencapai 71,59 persen.

"Stok vaksin yang tersedia di kabupaten ini akan segera habis dalam 35 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan berdasarkan stok yang tersedia sebanyak 47.170 dosis dan penggunaan vaksin seminggu terakhir yang tertinggi di Bengkulu," kata Herwan.

Berikutnya Bengkulu Utara yang mencatatkan rerata vaksinasi mingguan 1.076 dosis lebih kecil dibandingkan pekan lalu. Bengkulu Utara berada di urutan kedua. Dengan rerata penggunaan vaksin tersebut, stok vaksin di wilayah ini akan mencukupi untuk 70 hari ke depan. 

"Adapun jumlah stok vaksin yang tersisa saat ini sebanyak 75.818 dosis," sampai Herwan Antoni.

Di urutan selanjutnya adalah rerata vaksinasi mingguan di Lebong 881 dosis dan capaian vaksinasi lengkap 71,88 persen, rerata vaksinasi mingguan di Bengkulu Selatan 709 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 77,23% dan Seluma dengan vaksinasi 698 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 70,13%. 

Meski penularan COVID-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi COVID-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. 

"Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona," demikian Herwan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar