Soroti Pohon Tumbang, Pemerintah Diminta Berikan Rasa Aman dan Nyaman Bagi Pengendara

KBRN, Bengkulu ; Sepekan yang lalu, hujan deras disertai angin kencang memicu pohon tumbang, sehingga menganggu jalan provinsi pada lintasan Curup-Lebong, tepatnya di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.

Sebelumnya, pohon tumbang di jalan lintas gunung antara Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah-Kabupaten Kepahiang menimpa sebuah mobil, sehingga mengakibatkan seorang pemudik yang berada di dalamnya meninggal dunia.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, ahli meteorologi, klimatologi, dan geofisika internasional sepakat bahwa cuaca ekstrem menjadi ancaman serius saat ini.

Artinya, peluang terjadinya angin kencang masih ada dan ancaman pohon tumbang ini akan masih terus berlangsung.

Oleh karena itu semua pohon yang ada di pinggir jalan, di hutan atau di gunung, yang berdekatan dengan manusia dan aktivitasnya, semua harus dilakukan pemeriksaan dan monitoring berkala.

"Usia pohon dan kekuatannya untuk bertahan bisa diukur, sehingga yang kondisinya sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya harus segera ditebang," kata Riri pada Selasa (17/5/2022).

Riri menyebutkan, kejadian pohon tumbang yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia ini, bukan cuma sekali dua kali, sudah berkali-kali.

Untuk itu Pemerintah harus ikut tanggung jawab menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat ketika melintas.

"Pohon tumbang tidak hanya terjadi di jalan yang menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, namun juga di jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Mengingat ancaman pohon tumbang, longsor, dan semua ancaman yang menyangkut keselamatan orang banyak jangan disepelekan, harus disingkirkan. Pemerintah daerah harus jemput bola ke atas, kalau butuh regulasi DPD siap bersinergi," tandas Senator Riri.

Pun demikian, Senator Bengkulu ini menambahkan, masyarakat juga harus membantu pemerintah untuk meminimalkan pohon tumbang dengan cara ikut merawatnya.Seperti jangan pohon dipaku atau ditebang seenaknya.

"Sebagaimana manusia perlu manfaat dari keberadaan pohon, pohon juga harus diberikan haknya supaya gembira menaungi manusia di bawahnya," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Fatmawati Bengkulu mengeluarkan peringatan dini terkait tingginya gelombang di perairan Bengkulu yang mencapai empat meter sehingga nelayan di Pantai Malabero tidak melaut sejak beberapa hari terakhir. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar