PMI Distribusikan Air Bersih dan Sterilisasi Sumur Warga Terdampak Banjir

KBRN, Bengkulu : Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu pada Sabtu, (23/10/2021) melaksanakan pelayanan kemanusian, berupa pendistribusian air bersih dan sterilisasi sumur warga di sejumlah wilayah dalam Kota Bengkulu yang terdampak banjir pada 18 sampai 19 Oktober 2021 lalu.

Dalam mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih dan sterilisaai puluhan sumur warga yang terdampak banjir, dilakukan PMI dengan menerjunkan puluhan anggota dan relawan. Diantaranya di perumahan Enjuka Bentiring.

Vice Ellese selaku Kadiv PB Markas PMI Provinsi Bengkulu mengatakan, pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, pihaknya juga telah mendistribusikan berbagai bantuan dan pelayananan kesehatan.

"Kita, (PMI,red) telah memberikan pelayanan kesehatan dan beberapa bantuan sosial lainnya terhadap warga korban banjir, disamping mendistribusikan air bersih dan sterilisasi sumur warga. Mengingat pasca banjir sumur belum bisa digunakan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Vince menyampaikan, dari 2 pelayanan kemanusian yang dilakukan ini dengan penerima manfaatnya lebih kurang 150 orang. Terlebih kegiatan ini akan terys berlanjut selagi dibutuhkan masyarakat.

"Kita targetkan perhari layanan kemanusiaan ini bisa menyasar 200 sampai 250 orang. Apalagi untuk distribusi air bersih selama dua hari dan sterilisasi sumur warga selama tiga hari," jelasnya.

Untuk diketahui saat ini di sejumlah wilayah terdampak banjir di Provinsi Bengkulu kondisi air sudah mulai surut, dan warga secara beransur-ansur mulai pulang ke rumah masing masing, setelah sebelumnya sempat mengungsi.

Kendati demikian Vince juga mengingatkan warga di musim penghujan seperti sekarang, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, sehingga jika terjadi hujan deras minimal tidak ada saluran air yang tersumbat.

"Warga diminta tetap selalu waspada, karena saat ini masih musim penghujan dan dapat selalu menjaga lingkungan sekitar," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00