PMI Gelar Lokakarya Penanggulangan Bencana bagi Masyarakat

KBRN, Bengkulu : Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu pada Sabtu, (13/6/2021) menggelar Lokakarya Penanggulangan Bencana Pengarus-utamaan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat dan Penguatan Kapasitas Tanggap Darurat Bencana tahun 2021.

Lokakarya yang berlangsung di sekretariat PMI Provinsi Bengkulu, diikuti masyarakat dan didukung oleh relawan PMI serta jejaring lainnya baik pemerintah maupun non pemerintah.

Sedangkan pemateri adalah pelatih penanggulangan bencana PMI yang tersertifikasi serta unsur pelatih external PMI, seperti, dari BPBD dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Sementara materi kebencanaan dalam bentuk teori 25 persen dan peragaan 75 persen, sert dengan tidak menyampingkan kearifan lokal bila ada ditengah masyarakat.

Ketua PMI Provinsi Bengkulu Asnawi A Lamat mengatakan, lokakarya penanggulangan bencana ini adalah, sebuah proses memecahkan beberapa masalah yang akan dihadapi, atau yang sedang dihadapi oleh PMI se-Provinsi Bengkulu.

Apalagi secara geografis Provinsi Bengkulu merupakan daerah yang sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti, gempa bumi baik tektonik maupun vulkanik, tsunami, longsor, banjir dan bahkan bencana alam lainnya.

Dari banyaknya potensi bencana yang ada, akhirnya juga menuntut banyak sekali peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan penanggulangan bencana bagi masyarakat agar tidak mudah menjadi korban bencana.

"Lokakarya ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi mengapa, bagaimana,  pengarusutamaan siaga bencana berbasis masyarakat, serta penguatan tanggap darurat bencana harus menjadi prioritas di PMI kota dan Kabupaten khususnya, serta bila program ini tercapai, maka PMI dapat lebih disegani, dan dicintai masyarakat secara luas," ujar Asnawi didampingi Wakil Ketua PMI Provinsi Samsu Amanah dan Sekretaris PMI Provinsi Joni Saputra.

Selain itu menurut Asnawi, dalam rangka penguatan pelayanan penanggulangan bencana, dan juga sebagai sarana pendidikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta prilaku, baik teknis maupun kinerja, sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal, terampil dan kompeten.

"Diharapkan lokakarya ini terciptanya masyarakat Provinsi Bengkulu yang tangguh dalam menghadapi bencana. Lalu, terbitnya protap/SOP penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan meningkatnya jejaring masyarakat kepada pemerintah dan non pemerintah dalam pelayanan kebencanaan," terang Asnawi.

Lebih lanjut ia juga mengharapkan, kepada semua peserta, agar dapat mengikuti lokakarya ini secara aktif, dan menjadikan lokakarya ini sebagai ajang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku, sehingga nantinya dapat melaksanakan seluruh upaya penanganan bencana baik pra, saat dan pasca, di dalam maupun di luar Provinsi Bengkulu.

"Kita sebagai salah satu organisasi kemanusiaan yang selalu siap bekerja membantu pemerintah, dan masyarakat kapan serta dimana saja pada sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana, ataupun konflik secara terus menerus wajib selalu memberikan edukasi ilmu, dan pengetahuan kebencanaan, agar masyarakat tidak mudah menjadi korban bencana," demikian Asnawi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00