BMKG : Faktor Cuaca, Masyarakat Bengkulu Diminta Siaga Bencana

KBRN, Bengkulu : Dengan adanya peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,  masyarakat diminta senantiasa siaga terhadap bencana banjir ataupun banjir bandang dan juga longsor.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Edi Susanto B, mengatakan, siaga yang dimaksud tentu saja masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, seperti banjir, banjir bandang, dan juga longsor.

Terlebih daerah Bengkulu sangat rentan terjadinya bencana alam tersebut.

“Terkait kesiapsiagaan terhadap bencana ini, BNPB juga sudah mengeluarkan intruksi ataupun himbauan. Di Indonesia ada 16 Provinsi yang diminta untuk siaga bencana, setelah merujuk pada kondisi cuaca yang melanda hingga beberapa waktu kedepan. Dari 16 provinsi itu, 1 diantaranya merupakan provinsi kita," kata Edi pada Minggu, (16/5/2021).

Selain itu Edi mengaku, sejak awal pihaknya telah meminta masyarakat, terutama yang selama ini daerahnya rawan terjadi bencana, untuk siaga dan waspada.

Kemudian kepada BPBD kabupaten/kota juga sudah dikoordinasikan, agar memperkuat lintas sektoral, sehingga tercipta kesiapsiagaan terhadap bencana sejak dini.

“Berdasarkan hasil analisis data dari BMKG dengan Impact Based Forecast (IBF) serta BNPB dengan InaRisk, perlu diwaspadai potensi banjir dan untuk Provinsi Bengkulu yakni Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu. Meskipun demikian kewaspadaan harus juga dilakukan masyarakat 7 kabupaten lainnya di Bengkulu ini,” terangnya.

Lebih lanjut ditambahkan, dari laporan hari ini terdapat 2 laporan bencana. Pertama di Kabupaten Bengkulu Selatan, salah satu rumah warga setempat terbakar. Lalu, di Kabupaten Rejang Lebong yakni bencana longsor pada 2 titik yakni, di desa Suka Menanti dan Sindang Jati Kecamatan Sindang Dataran.

“Sejauh ini penanganan darurat sudah dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Selanjutnya diimbau terus warga tetap siaga, karena potensi kemungkinan bisa saja terjadi," pungkas Edi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00