Legislator Sebut Longsor di Lebong Butuh Penanganan Permanen

KBRN, Bengkulu : Terjadinya bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di wilayah desa Kota Donok Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong, membutuhkan penanganan yang bersifat permanen.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong, Mohd. Gustiadi dalam keterangannya.

Menurut Gustiadi, bencana longsor yang menyebabkan tertutupnya ruas jalan lintas seperti itu, bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Lebong.

Kemudian juga bukan hanya terjadi pada 1 titik saja, sehingga untuk bencana longsor ini membutuhkan penanganan yang sifatnya permanen.

Apalagi, lanjut pria yang akrab disapa Edi Tiger ini, dalam peristiwa kemarin, ada sekitar 2 unit rumah warga yang terdampak material longsor.Selain itu rumah warga juga ada yang terdampak banjir.

"Ketika mendapatkan informasi adanya longsor yang menutupi badan jalan, saya langsung menurunkan bantuan alat berat untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas," kata Edi pada Kamis, (22/4/2021).

Selain itu Edi menyampaikan, seharusnya langkah penanganan awal pasca terjadinya bencana seperti ini, tentu saja Pemprov melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tetapi ironisnya seakan malah terkesan tak peduli dengan kondisi jalan lintas menuju Lebong. Padahal sudah berulang kali di sampaikan, bahwa ruas jalan itu butuh perhatian.

"Ini longsor yang menyebabkan badan jalan tertutup. Disamping itu juga ada jalan yang sudah hampir amblas, sehingga ketika lamban ditangani bisa-bisa terputus nantinya. Kita berharap Pak Gubernur dapat memperhatikan kondisi ruas jalan Lebong ini. Karena bagaimanapun ruas jalan itu kewenangan Pemprov," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00