Longsor di Lebong, Pemprov Tak Anggarkan Pelapis Tebing

BENGKULU, KBRN: Lima tebing jalan yang menjadi titik bencana tanah longsor di dua desa di Kabupaten Lebong, yakni Kutai Donok dan Sukasari, tampaknya belum akan disentuh proyek pembangunan pelapis tebing dalam tahun ini. Kemungkinannya ada di tahun depan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar kepada RRI, Kamis (22/4), menyatakan, proyek pembangunan pelapis tebing dalam wilayah Kabupaten Lebong tak ada dalam program kegiatan dalam tahun anggaran 2021 ini.

"Kalau Lebong sudah ada kemarin yang kita buat dari dana pusat. Paling nanti itu pelapis tebing, kita lihat dulu situasinya. Tentu untuk tahun ini tidak," kata Rusdi. "Kalau jalan, kalau memang harus direhab, itu juga bagiannnya Dinas PUPR. Kecuali dananya ada di BPBD."

Rusdi mengatakan, urusan kebencanaan itu bukan semata-mata tanggung jawab BPBD. Melainkan tanggung jawab semua pihak. BPBD, kata dia, hanya sebagai koordinator. 

"Ingat! bencana itu bukan tanggung jawab BPBD saja. Bencana itu tanggung jawab bersama. Tapi mengkoordinasikannya itu tugas BPBD. Misalnya kita butuh alat berat, kita komunikasikan dengan pihak perusahaan, atau ke PUPR," ujar Rusdi.

Menurut Rusdi, bencana banjir dan longsor di Lebong sendiri memang sudah dilaporkan ke BPBD Provinsi Bengkulu. Selain itu, kata dia, juga disampaikan bahwa Lebong bisa mengatasi bencana tersebut, sehingga tidak perlu sampai melibatkan BPBD atau Pemprov Bengkulu.

"Lebong itu tidak pernah sampai turun dari Bengkulu. Cukup dari beberapa perusahaan yang ada di itu. Lebong itu sudah bagus dalam soal koordinasi dengan lintas sektoral. Mereka tidak menunggu," kata Rusdi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00