Gugatan di MK, Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Bengkulu Terpilih Ditunda

KBRN, Bengkulu : Penetapan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih hasil Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 lalu, akan tertunda.

Hal itu terjadi karena adanya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), yang diajukan salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Agusrin M Najamudin-Imron Rosadi, telah teregister, dan proses sidangnya baru akan berlangsung pada 27 Januari 2021.

“Untuk penetepan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih, harus menunggu putusan MK dulu,” ungkap Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto, ketika dihubungi pada Kamis, (21/1/2021).

Eko mengakui, bukan saja proses penetapan paslon yang akan di tunda, tetapi juga untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang mestinya dilaksanakan pada tanggal 12 Februari mendatang. Mengingat diperkirakan masih dalam proses sengketa di MK.

“Kita memperkirakan, gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu pada Pilkada 2020, baru akan di putus oleh MK pada 16 Februari atau selambat-lambatnya pada 24 Maret 2021. Imbasnya juga untuk sementara kekosongan kepemimpinan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan di isi oleh pelaksana tugas (Plt) atau pelaksana harian (Plh) yang penunjukkannya dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” terang Komisioner Devisi Hukum KPU Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, menghadapi gugatan sengketa Pilgub di MK, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KPU RI. Termasuk dengan jajaran KPU Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu, terkait penyusunan jawaban atas gugatan dan menyiapkan alat bukti.

"Pada prinsipnya kita sangat siap menghadapi gugatan ini. Sekarang kita masih dalam proses menyusun jawaban dan menyiapkan alat bukti," tukas Eko.

Sementara untuk diketahui, dari pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu pada Pilkada 2020, pasangan calon nomor urut 2 Rohidin Mersyah-Rosjonsyah meraih suara terbanyak.

Sedangkan yang mengajukan gugatan ke MK adalah paslon Agusrin M Najamudin-Imron Rosadi yang memperoleh suara di urutan ke tiga setelah paslon nomor urut 1, Helmi Hasan-Muslihan DS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00