Srikandi AIR ke Pasar, HM Temui DPRD dan R2 Didukung Tokoh Senior

KBRN, Bengkulu : Tim Srikandi pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Agusrin N Najamudin-Imron Rosadi dengan sebutan AIR pada Senin, (24/11/2020) melaksanakan kegiatan kampanye simpatik di Pasar Panorama dan Pasar Minggu Kota Bengkulu. 

Saat kegiatan dengan mensosialisasikan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga, terlihat para pedagang sangat antusias serta meneriakkan coblos nomor tiga.

"Kami ingin sejahtera dan tidak ingin di gusur lagi. Mengingat kami akan coblos nomor tiga Agusrin-Imron," ungkap Lis salah seorang ibu-ibu pedagang tempe di Pasar Minggu yang sangat antusias ketika didatangi rombongan Srikandi AIR. 

Ketua Srikandi AIR Provinsi Bengkulu Emilia Puspita atau yang akrab disapa Ita Jamil menyampaikan kegiatan di 2 Pasar Kota Bengkulu tersebut dalam rangka aksi simpatik menyampaikan pesan dari paslon Agusrin-Imron. Mengingat AIR merupakan calon pemimpin yang telah teruji dalam memimpin Bengkulu dan akan kembali lagi untuk mengabdi.

"Hari ini, kami datang menyapa para pedagang dan menyampaikan pesan bahwa AIR kembali untuk mengabdi dengan maju pada Pilkada tanggal 9 Desember," kata Ita Jamil.

Selain itu ia menyebutkan, ibu-ibu para pedagang pasar yang mayoritas perempuan masih ingat dengan program gas gratis dari Agusrin-Imron saat masih jadi Gubernur dulu.

"Program itu akan kembali dilanjutkan, lalu Handtracktor gratis untuk petani juga akan disalurkan oleh Agusrin-Imron. Begitu juga pendidikan akan di gratiskan. Insya Allah kami yakin paslon nomor urut tiga akan menang dalam Pilkada Provinsi Bengkulu tahun ini," ucapnya.

Secara terpisah, Calon Gubernur Bengkulu nomor urut 1, Helmi Hasan, mengunjungi dan bertemu dengan unsur pimpinan serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Bengkulu. 

Dalam kesempatan itu Helmi Hasan yang dalam Pilgub mendatang berpasangan dengan H. Muslihan DS, secara singkat memaparkan visi dan misinya.

"Saya dulu pernah berkantor di sini, jadi sudah selayaknya melakukan silatuhrahmi dengan seluruh anggota DPRD Provinsi. Selain menjelaskan singkat soal visi dan misi, momen ini juga saya sebagai Cagub digunakan untuk menyamakan persepsi kedepan," ungkap Helmi usai silatuhrami yang dilakukan di ruangan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu.

Menurut paslon dengan sebutan lain HM ini, bagaimana kedepannya antara eksekutif dan legislatif memiliki semangat yang sama, terutama dalam mewujudkan APBD untuk rakyat. Bahkan, walaupun di parlemen merupakan lembaga politik, yang tentunya dari berbagai macam warna dan dalam Pilgub memiliki pilihan yang berbeda, tapi bukan berarti silatuhrahmi saja tidak bisa.

"Siapapun nanti Gubernur dan Wagub Bengkulu, sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Terpenting bagi kita bagaimana menciptakan percepatan kebahaginaan ditengah masyarakat," ujar Helmi.

Dibagian terpisah juga petahana Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan dirinya mendapatkan restu dari tokoh sesepuh Provinsi Bengkulu untuk melanjutkan pembangunan.

Dukungan para tokoh, diakui Rohidin yang berpasanfan dengan Rosjonsyah dan sebutan lainnya R2 ini, merupakan spirit bagi dirinya dan juga masyarakat, akan harapan kemajuan dan martabat daerah. 

Artinya cita-cita bersama, bagaimana membawa Bengkulu lebih maju dengan rakyatnya yang sejahtera, serta martabat daerah yang harus kita jaga nama baiknya. 

"Dengan pengelolaan pemerintahan yang beradab, sistem integritas yang profesional, dan tetap dengan budaya asli yang lestari," jelasnya. 

Beberapa tokoh, lanjut Rohidin, rela turun gunung dengan terjun langsung pada safari silaturahmi keluarga dan kampanye dialogis pasangan nonor urut 2 di sejumlah tempat. 

Di Bengkulu Selatan, 3 generasi bupati menyatu untuk meyakinkan masyarakat akan harapan kemajuan Provinsi Bengkulu.

"Saya tidak mau mengklaim mengaku-ngaku tokoh ini dukung saya tokoh itu dukung saya, tapi boleh ditemui atau ditanyakan langsung, sesungguhnya mereka miliki cita-cita dan harapan yang sama, yakni Bengkuku maju dan rakyat sejahtera, bersama Rohidin-Rosjonsyah," tutur pria  Serawai kelahiran 9 Januari 1970 ini.

Provinsi Bengkulu yang telah berusia lebih dari setengah abad, imbuhnya, tak boleh ada kemunduran. Oleh karena itu pola pikir serta sikap masyarakat juga akan menjadi tolak ukur kemajuan peradaban Provinsi Bengkulu.

Apalagi pilkada kali ini, juga menjadi momentum masyarakat untuk tak mudah terpengaruh dengan politik transaksional, sehingga melupakan pertimbangan nalar.

"Berbeda pilihan itu biasa, sikapi secara bijaksana. Kalau pun ada yang datang memberikan materi kampanye maupun soufenir, silahkan saja. Pasang baliho, silahkan saja. Tetapi prinsip, ketika sikap sudah yakin dengan Rohidin-Rosjonsyah, politik transaksional pun tak akan mengubah, pilihan kita masihkan ke nomor 2 nilah," ucapnya sembari berkelakar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00