Penyandang Disabilitas Dipastikan Miliki Hak Suara Dalam Pilkada

KBRN, Bengkulu : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu memastikan, masyarakat penyandang disabilitas memiliki hak untuk memberikan suara dalam pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

"Sejak awal kita mengupayakan masyarakat penyandang disabilitas terdata, sehingga bisa dipastikan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari DPT saat ini, di Provinsi Bengkulu terdapat sekitar 4.300 pemilih yang merupakan penyandang disabilitas," ungkap Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, dalam sosialisasi pendidikan pemilih dengan perkumpulan mitra masyarakat inklusif dan DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bengkulu, dengan mengambil tema mewujudkan Pilkada yang partisipatif dan inklusif di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, pemilih yang merupakan penyandang disabilitas ini, dibagi pihaknya menjadi 4 kategori yakni fisik, mental, intelektual, dan sosial.

"Tidak bisa kita pungkiri, dalam pendataan pemilih disabilitas ini kerap ditemukan kesulitan. Diantaranya keluarga dari penyandang disabilitas itu tidak mau membuka data, sehingga penyandang disabilitas akhirnya tidak terdata sebagai pemilih," kata Irwan pada Kamis, (22/1/2020).

Selain itu diakuinya, kesulitan lainnya terkadang penyandang disabilitas enggan hadir ke TPS. Oleh karena itu peran semuanya sangat diharapkan, agar kepercayaan diri penyandang disabilitas bisa tumbuh.

"Tentunya kepercayaan diri ini bukan sebatas pemilih saja, tetapi juga sebagai penyelenggara. Sejauh ini baru ada 2 penyandang disabilitas yang terdaftar sebagai penyelenggara," ujar Irwan.

Lebih jauh ditambahkan, partisipasi penyandang disabilitas juga menentukan kesuksesan pelaksanaan Pilkada dalam suatu daerah. Maka dari itu dengan sosialisasi ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas, baik sebagai pemilih ataupun penyelenggaran dalam pesta demokrasi.

“Kita dorong tingkat partisipasi penyandang disabilitas bisa menggunakan hak politiknya nanti," tutup Irwan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00